Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Masjid Agung Sidoarjo
Minggu, 17 Mei 2015 15:13:34
photo: google street view
Masjid Jamik Sidoarjo. Ini nama lama. Sejak 1969, pasca pemugaran di tahun sebelumnya, namanya berganti menjadi Masjid Agung Sidoarjo. Setelah berulangkali direnovasi dan akhirnya besar seperti sekarang, masjid ini mulai banyak dipakai untuk resepsi pernikahan. Pada 2009, misalnya, biaya sewa ruang masjid, termasuk biaya khotbah nikah dan pembacaan Al-Qur'an, ditetapkan sebesar Rp 1,25 juta. Murah atau mahal? Boleh atau tidak Masjid Agung Sidoarjo dipakai pesta pernikahan? Yang terakhir ini pernah jadi topik skripsi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel.

Adalah Ria Fajar Wahyuni yang membuat skripsi berjudul ''Pendapat Para Tokoh Agama Kecamatan Gedangan tentang Infaq Pemakaian atau Penggunaan Ruang Masjid Agung Sidoarjo'' di UIN Sunan Ampel, Surabaya, pada 2012. Judul skripsi memang tak menyebut soal penggunaan untuk resepsi nikah, tapi rumusan masalah dan isi skripsi memang tentang hal itu. Soal kesimpulan akhirnya, silakan simak sendiri skipsi komplitnya. Dan yang pasti, sampai sekarang Masjid Agung Sidoarjo masih rajin dipakai untuk akad pernikahan. Pemerintah Kabupaten Sidooarjo pun rutin menggelar nikah massal di sana setiap kali memperingati HUT Sidoarjo.

Masjid Agung Sidoarjo berada di sisi barat alun-alun Sidoarjo, diapit oleh Gedung DPRD Sidoarjo (utara) dan Lembaga Pemasyarakatan Sidoarjo (selatan). Berdiri di atas lahan seluas 2.115 meter persegi, masjid ini bisa menampung hingga 4.000 jamaah. Sedari awal, masjid ini kabarnya tak pernah menggunakan nama bernuansa Islam. Meski begitu, menurut skripsi UIN Sunan Ampel tadi, masjid ini dulu bernama Masjid Jamik Sidoarjo. Nama Masjid Agung Sidoarjo baru mulai digunakan tahun 1969, setelah penyempurnaan yang dilakukan setahun sebelumnya oleh Bupati Soedarsono.

Penyempurnaan oleh Soedarsono itu, pada 1968, merupakan penyempurnaan ke-tiga. Penyempurnaan ke-dua dilakukan oleh Bupati RAA Tjondronegoro pada 1895. Sedangkan pembangunan awal, sekaligus penyempurnaan pertama, dilakukan Bupati Tjokronegoro pada 1862. Tentang siapa pendiri awal ini masih ada perbedaan pendapat. Sebagian orang menyebut masjid ini dibangun di era Bupati Tjondronegoro karena prasasti berbahasa jawa kuno yang sekarang ada di masjid memang menyebutkan hal itu. Humas Pemkab Sidoarjo pun pernah membuat ralat di koran lantaran menyebut Tjokronegoro sebagai pendiri masjid.

Sebuah blog bernama Keluarga Tjondronegoro, yang memuat hasil scan ralat tadi menyebut masjid itu dibangun pada 1895 oleh Raden Adipati Panji (RAP) Tjondronegoro, bupati yang memimpin Sidoarjo pada periode 1882-1906. Adapun Tjokronegoro --sama seperti disebut di skripsi-- memerintah di periode sebelumnya. Bukti lain bahwa Tjondronegoro yang membangun masjid itu adalah kehadiran Makam Keluarga Tjondronegoro di bagian belakang masjid.

Sejak menjadi Masjid Agung Sidoarjo, bupati demi bupati terus memugar atau menyempurnakan masjid ini. Pemugaran berikutnya berlangsung tahun 1973, semasa Bupati H A Choedori Amir. Tahun 1979, giliran Bupati H Soewandi yang menyempurnakannya. Dan di era bupati yang sekarang, H Saiful Ilah, juga tercatat ada proyek pekerjaan rehabilitasi Masjid Agung Sidoarjo di tahun 2012 berbiaya Rp 735 juta.
Masjid Agung Sidoarjo
Jl. Sultan Agung No. 40
Kecamatan Sidoarjo - 61212
Kabupaten Sidoarjo
Jawa Timur
Masjid Agung Sidoarjo biasa dipakai untuk menggelar hajatan pernikahan. Tak cuma pernikahan keluarga, tapi juga pernikahan massal. Saat ulang tahun Sidoarjo ke-154 pada 20 Februari 2013, misalnya, Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menggelar nikah massal bagi 75 pasangan. Secara bergiliran mereka dinikahkan di 7 meja penghulu. Usai ijab kabul, pasangan nikah itu lantas diarak sebentar menuju Pendopo Delta Wibawa, alias kantor dan rumah bupati, untuk menikmati sajian resepsi pernikahan yang sudah disiapkan Bupati Saiful Ilah.

Nikah massal 2013 itu, yang diselenggarakan Badan Amil Zakat (BAZ) Sidoarjo dan KUA se-Kabupaten Sidoarjo, merupakan nikah massal terbesar dalam 4 tahun terakhir. Tahun sebelumnya, 2012, saat hari jadi ke-153, yang dinikahkan hanya 48 pasangan. Mestinya 50 pasangan, tapi yang dua pasangan lagi batal dinikahkan karena kurang lengkap persyaratan admministratifnya. Pasangan tertua pada nikah massal ini berusia 80 dan 72 tahun, sementara pasangan termuda berumur 22 dan 18 tahun. Usai ijab kabul, selain mendapatkan buku nikah, pasangan nikah baru itu juga diberi uang transport Rp 100 ribu.

Tahun 2014 lalu, nikah massal di Masjid Agung Sidoarjo hanya diikuti 40 pasangan. Selain dibebaskan dari biaya nikah, mereka juga diberi mahar berupa uang Rp 200 ribu, seperangkat alat sholat, dan uang transport Rp 100 ribu. Saat menjamu tamu terhormatnya, Bupati Saiful Ilah menyampaikan permintaan khusus kepada BAZ Sidoarjo. Lembaga ini diminta tak hanya mengurus surat nikah mereka, tapi juga memfasilitasi pengurusan akte kelahiran anak-anak yang lahir dari 40 pasangan ini, agar hak-hak sipil mereka menjadi kuat. Pak Bupati tak menyebutkan sudah berapa banyak anak yang dimiliki pasangan yang baru secara legal menikah itu.

Februari 2015, BAZNAS Sidoardo (sudah ketambahan Nas alias nasional), kembali menikahkan 40 pasangan. Meski sekilas rutin, tahun ini ada juga yang sedikit berbeda dari hajatan nikah massal seblumnya. Kali ini, selain mendapatkan buku nikah, seperangkat alat sholat, uang mahar Rp 150.000, dan biaya rias pengantin, para pasangan nikah juga mendapat bantuan modal usaha Rp 1 juta.
Tetangga TerdekatKm
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo 0,179
Kantor Bupati Sidoarjo 0,255
SunCity Plaza, Kabupaten Sidoarjo 0,706
Pintu Barat Sun City Plaza 0,811
Gerbang Tol Waru Utama 10,919
Masjid Nasional Al-Akbar 12,119
CitraLand Surabaya 16,970
Graha Famili - Surabaya 17,168
Boncafe Steak & Ice Cream, Graha Famili 17,252
D'Cost - Graha Famili 17,386
Holland Bakery Mini - Graha Famili 17,438
Apartemen Pakuwon Indah 17,731
SPBU Shell Pakuwon 17,750
Pakuwon Indah 17,790
Supermal Pakuwon Indah 17,937
Hotel di Jawa Timur
Swiss-Belinn Tunjungan, Tunjungan, Surabaya
Tunjungan Hotel, Tunjungan, Surabaya
Sheraton Surabaya Hotel & Towers, Tunjungan City, Surabaya
The Sun Hotel, Kabupaten Sidoarjo
Hotel Merdeka Madiun, Kota Madiun
Santana Hotel
Graha Cakra Hotel - Malang
Purnama Hotel
Ijen View Hotel
Grand Trawas Hotel
Berita Jawa Timur
Topotels Meresmikan Hotel Baru di Surabaya
Dirut PT PAL Ditangkap KPK, Produksi Kapal Jalan Terus
Jasa Marga Operasikan Tol Bangil-Rembang
Mendes Apresiasi Embung Turen Manfaatkan Dana Desa
Banyuwangi Luncurkan Layanan Pesan-Antar Buku
Legislator Sumenep Gagas Ekonomi Rakyat Lewat Budidaya Lovebird
RSUD Bangil Kejar Pendapatan Rp93 Miliar
Pusat Pemerintahan Kab Pasuruan Bertahap Pindah ke Bangil
Gerakan Sejuta Cabai Jember untuk Tekan Inflasi
Swiss Belhotel Resmikan Swiss-Belinn Tunjuingan