Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Pemerintah Kota Salatiga

Rabu, 31 Mei 2017 21:04:39
photo: kantor walikota salatiga / google street view

Menang pilkada serentak Februari 2017 lalu, Yuliyanto SE MM akhirnya dilantik menjadi Walikota Salatiga pada Senin, 22 Mei 2017. Sang istri, Titik Kirnaningsih, tersenyum menghadiri pelantikan suaminya, yang akan memimpin Kota Salatiga untuk kedua kalinya. Upsss...salah... Sang istri tidak hadir. Sejak 11 November 2014, Titik Kirnaningsih sedang menjalani hukuman penjara 5 tahun di Rutan Kelas II B Salatiga, akibat terlibat korupsi pembangunan Jalan Lingkar Selatan Salatiga. Kasus serupa juga telah membuat mantan walikota Jhon Manuel Manoppo divonis penjara 8 tahun.

Istri walikota Salatiga memang mendekam di sel sejak November 2014. Tapi vonis penjara 5 tahun dijatuhkan dua tahun sebelumnya: 24 Oktober 2012. Kok bisa? Rupanya, karena alasan sakit, ia dikenai tahanan kota. Status tahanan kota dinikmatinya sesuai persetujuan hakim yang memimpin sidang perdana kasus korupsinya pada 29 Mei 2012. Titik Kirnaningsih menjadi tersangka korupsi pada 19 Oktober 2011, atau 3 bulan setelah suaminya dilantik menjadi Walikota Salatiga periode pertama (2011-2016) pada 11 Juli 2011. Hampir setahun kemudian, berkasnya dilimpahkan ke Kejaksaan. Saat akan ditahan, 16 April 2012, ia mendadak pingsan. Didampingi suaminya, Walikota Yuliyanto, Titik dilarikan ke RS Bhayangkara, Semarang. Setelah kembali segar, 1 Mei 2012, ia bisa dibawa ke LP Wanita Bulu, Semarang.

Kasus korupsi yang membelit Titik Kirnanningsih adalah korupsi pembangunan Jalan Lingkar Selatan Kota Salatiga. Jalan sepanjang 6,5 kilometer itu dibangun pada 2008 dengan dana APBN sebesar Rp 49,21 miliar. Perusahaan yang dipimpin Titik, PT Kuntjup, menjadi kontraktor yang dimenangkan untuk menggarapnya, berkat disposisi dari walikota masa itu: Jhon Manuel Manoppo (2007-2011). Ketika proyek dikerjakan, diyakini terjadi penyimpangan yang merugikan negara sebesar Rp 12,2 miliar. Di era penyidikan, Yuliyanto --yang saat itu anggota DPRD dan jadi Ketua Gapensi Kota Salatiga-- juga pernah ikut diperiksa. Sementara sang istri, selain menjadi anggota DPRD, juga jadi Ke≠tua Par≠tai In≠do≠ne≠sia Se≠jah≠te≠ra (PIS) Sa≠la≠ti≠ga.

Setelah melalui serentetan persidangan, pada 24 Oktober 2012, istri walikota aktif Salatiga ini akhirnya divonis penjara 5 tahun, plus keharusan membayar denda Rp 300 juta dan mengganti kerugian negara Rp 2,5 miliar. Beres dengan Titik, sebulan kemudian, 13 November 2012, giliran mantan Walikota John Manuel Manoppo yang ditangkap. Kasusnya masih sama: memenangkan perusahaan Titik untuk menggarap Jalan Lingkar Selatan. Pada 23 April 2013, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang menjatuhinya vonis 3,5 tahun penjara. Naik banding, Pengadilan Tinggi Tipikor Semarang memperberat hukuman menjadi 5 tahun penjara. Naik lagi ke kasasi, Mahkamah Agung menjatuhkan vonis final lebih berat lagi: 8 tahun penjara.

Kembali ke Titik Kirnaningsih. Setelah divonis, ia tak langsung masuk penjara. Melainkan, sembari naik banding dan kasasi ke Mahkamah Agung, dan juga karena sakit, ia terus menikmati masa tahanan rumah atau tahanan kota. Setelah MA akhirnya menguatkan putusan pengadilan sebelumnya, pada 7 November 2014 Kejari Salatiga mencoba menahan Titik. Tapi apa mau dikata, Titik mendadak sakit dan harus dirawat di RSUD Salatiga. Tapi tidak lama. Pada 14 November 2014, Titik Kirnaningsih bersama pengacaranya datang sendiri ke Kejaksaan dan menyerahkan diri untuk ditahan. Oleh Kejaksaan Titik lantas dibawa ke Rutan Kelas II B Salatiga.

Istri dipenjara kelihatannya tak terlalu membuat Walikota Yuliyanto galau. Ia terus memimpin kotanya. Juga, ia dan keluarga tak lupa membereskan hukuman ganti rugi dan denda yang dikenakan kepada Titik. Pada 22 Maret 2016, keluarga besar Titik datang ke Kejaksaan Negeri Salatiga untuk menyetor uang ganti rugi sebesar Rp 1,5 miliar. Ditanya soal asal dana, Kepala Kejari Suwanda menegaskan kalau itu sepenuhnya uang dari keluarga Titik, karena aset Titik yang disita masih tersimpan di atau diblokir oleh Kejari. Dan akhirnya, 21 Juli 2016, seminggu setelah menuntaskan masa jabatan sebagai walikota Salatiga periode 2011-2016, Yuliyanto datang ke Kejaksaan Negeri Salatiga. Ia mengantarkan uang tunai Rp 1,3 miliar untuk melunasi sisa kewajiban sang istri.

Sepeninggal Yuliyanto, Kota Salatiga dipimpin beberapa Pjs dan Plt Walikota. Ini terjadi karena masyarakat Salatiga baru akan memilih walikota barunya pada pilkada serentak Februari 2017. Yuliyanto, bersama orang yang sudah menemaninya sebagai wakil walikota selama 5 tahun terakhir, M Haris, pun kembali mencalonkan diri. Di masa kampanye, sang istri pun tak mau ketinggalan. Di penjara ia membagi-bagikan kaos 'Yaris', singkatan dari pasangan Yuliyanto-M Haris, dan akhirnya mendapat peringatan keras. Di hari pencoblosan, sang istri mencoblos di penjara, bersama 38 'warga binaan' lain yang masuk daftar pemilih tetap (DPT). Totalnya, saat itu ada 136 warga binaan di Rutan Salatiga.

Pasangan Yaris --yang diusung Partai Keadilan Sejahtera, Partai Gerindra, Partai Gokar, Partai Demokrat, Partai Nasdem, dan Partai Persatuan Pembangunan-- akhirnya menang pilkada. Pada 22 Mei 2017, di Semarang, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo melantik Yuliyanto dan M Haris sebagai Walikota dan Wakil Walkota Salatiga periode ke-dua: 2017-2021.

Peta & Citra Satelit

Kantor Walikota Salatiga

Pemerintah Kota Salatiga
Jl. Letjen Sukowati No. 51
Kelurahan Kalicacing
Kecamatan Sidomukti
Kota Salatiga
Jawa Tengah

Teln: 0298-326767

Website: www.salatiga.go.id - www.salatigakota.go.id

Kecamatan di Salatiga

Wilayah Kota Salatiga hanya terdiri dari 4 kecamatan:
1. Sidorejo
2. Tingkir
3. Argomulyo
4. Sidomukti