Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Pasar Jatisari, Kabupaten Kebumen
Minggu, 05 Juli 2015 15:11:15
photo: che/indoplaces
Presiden Jokowi sudah mencanangkan revitalisasi 1.000 pasar tradisional. Presiden SBY pun dulu senang merevitalisasi pasar. Pada periode 2010-2014, tercatat ada 498 pasar rakyat yang selesai direvitalisasi. Pasar Jatisari, di Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, adalah salah satunya. Berada di jalur lintas selatan Jawa Tengah, pasar ini diresmikan Menteri Perdagangan masa itu, Gita Wirjawan, pada 2 Juli 2013, berbarengan dengan 3 pasar lain di Kabupaten Kebumen yang juga direvitalisasi. Berbiaya Rp 3,5 miliar, revitalisasi Pasar Jatisari dilakukan sejak Juni 2012.

Pasar Jatisari berdiri di atas lahan seluas 3.308 meter persegi. Sosok baru Pasar Jatisari, yang pembangunannya dibiayai dana APBD Kebumen, terdiri dari 52 unit kios, 23 lajur los pasar, 2 toilet, dan 1 tempat pembuangan sampah (TPS). Adapun jumlah pedagang yang ditampung tercatat sebanyak 474 orang. Jumlah pedagang ini sedikit lebih banyak dari jumlah pedagang yang sebelumnya ada di penampungan sementara di kanan-kiri Jalan Surupan, yakni sebanyak 450 pedagang. Mereka berinisiatif berdagang di pinggir jalan sana karena rencana relokasi ke lahan milik PT KAI tak bisa dilaksanakan. Di hari pasaran, Rabu dan Minggu, jalan sepanjang 150 meter itu bahkan benar-benar tertutupi oleh pedagang dan tak bisa digunakan untuk lalu lintas kendaraan.

Pasar Jatisari, dan dua pasar lainnya --Pasar Karanganyar dan Pasar Tumenggungan--, dalam bahasa Kemendag, dikategorikan sebagai pasar tradisional yang direvitalisasikan. Sedangkan satu pasar lagi, Pasar Prembun, disebut Mendag Gita Wirjawan sebagai pasar percontohan atau pasar yang sudah lebih modern. Kemodernannya antara lain terlihat dengan hadirnya 4 CCTV untuk memonitor pasar. CCTV sebanyak itu cukup? Namanya juga pasar percontohan, CCTV itu pasti sekedar contoh.

Pasar Prembun ditempati 609 pedagang dan berdiri di atas lahan seluas 6.809 meter persegi di Desa Prembun, Kecamatan Prembun. Area komersialnya terdiri dari 133 kios dan 54 lajur los pasar (422 petak). Komoditi yang diperdagangkan di sana meliputi sembako, daging, buah, sayuran, krowodan, dan kelontong. Pasar ini, kata Bupati Kebumen H Buyar Winarso direnovasi dengan biaya Rp 6,05 miliar, yang bersumber dari APBN dan APBD.

Gita Wirjawan sempat meninjau Pasar Prembun itu. Adapun peresmian seluruh pasar berlangsung di Pasar Tumenggungan, pasar tradisional yang juga direvitalisasi, yang berada tak jauh dari kantor bupati. Berada di Jalan Pahlawan, Kecamatan Kebumen, pasar terbesar dan teramai yang diresmikan ini menempati lahan seluas 21.042 meter persegi, dengan jumlah pedagang sebanyak 3.123 orang. Sarana pasar ini antara lain 370 unit kios, 139 lajur los pasar (1.590 petak), 8 toilet, 6 pos jaga, dan 1 TPS. Revitalisasi Pasar Tumenggungan menelan dana APBD sebesar Rp 50,99 miliar.

Pasar lain yang diresmmikan Mendag adalah Pasar Karanganyar, yang berlokasi di Kecamatan Karanganyar. Meski lahannya lebih luas, 23.488 meter persegi, jumlah pedagangnya hanya 1.080 orang. Sarana pasar yang tersedia: 151 kios, 44 lajur los pasar (422 petak), 14 toilet, dan 1 TPS. Revitalisasi Pasar Karanganyar didanai bersama oleh APBN dan APBD sebesar Rp 14,77 miliar.

Adakah efek revitalisasi pasar-pasar itu?

Mendag Gita Warjawan sudah menyiapkan jawabannya. Saat peresmian di Pasar Temanggungan dia bilang: kementeriannya sudah meriset 10 pasar percontohan yang dibangun tahun 2011. Efeknya, secara bertahap pasar-pasar itu mengalami peningkatan omzet antara 33 hingga 85 persen, dibandingkan dengan omzet sebelum revitalisasi.

Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Srie Agustina punya data lebih baru. Saat sosialisasi SNI 8152:2015 tentang Standard Pasar Rakyat, ia bilang pihaknya sudah mensurvei 53 pasar dari total 498 pasar yang direvitalisasi pada periode 2010-2014. Pasar-pasar itu mengalami peningkatan omzet hingga 70 persen pada periode 2010-2013. Pada periode berikutnya, 2014, peningkatan omzet pedagang lebih heboh lagi: 253 persen.
Pasar Jatisari
Jl. Raya Kutoarjo Km 6
Desa Jatisari
Kecamatan Kebumen
Kabupaten Kebumen
Jawa Tengah
Tetangga TerdekatKm
Terminal Bus Kebumen 2,197
RSUD Kabupaten Kebumen: The Project 3,851
Terminal Lama Kebumen - Taman Sarbini 4,293
Stasiun Kereta Api Kebumen, Jawa Tengah 4,359
Tugu Lawet, Tugu Walet, Kebumen 5,041
Rumah Dinas Bupati Kebumen 6,110
Masjid Agung Kebumen 6,154
RS PKU Muhammadiyah Sruweng, Kabupaten Kebumen 10,565
Pasar Kemit, Kabupaten Kebumen 19,259
Bank BNI KLN Gombong, Kabupaten Kebumen 22,366
Bank BRI KC Gombong, Kabupaten Kebumen 22,546
KSP Anugerah, Kantor Cabang Kutoarjo 22,824
Anugrah Motor, Kutoarjo, Kabupaten Purworejo 22,888
BPR Kusuma Sumbing, Kantor Cabang Gombong 22,926
Bank BRI KC Kutoarjo, Kabupaten Purworejo 22,997
Hotel di Jawa Tengah
Dunia Hotel, Gombong, Kabupaten Kebumen
Dafam Hotel, Kota Pekalongan
Horison Hotel, Kota Pekalongan
Omah Eling, Borobudur, Magelang
Garuda Hotel, Kemranjen, Banyumas
Hotel Syariah Solo
Hotel Aston Imperium Purwokerto
Surya Yudha Hotel, Banjarnegara
Hotel Wongso, Kebumen
Sanjaya Inn Hotel, Purworejo
Berita Jawa Tengah
Temanggung TV Mengudara Agustus 2017
Purbalingga akan Kembangkan 6 Desa Wisata
Beringin Rumah Dinas Bupati Karangayar Roboh
Mobil Wali Kota Pekalongan Diseruduk Truk di Salatiga
Ganjar: Ahok Janji Gaji Juara MTQ itu Salah Besar
Air Asia Tutup Rute Solo-Kuala Lumpur
Kabupaten Pekalongan Masuk Daftar Daerah Terkumuh
JK: Pemerintah Minta Maaf atas Kemacetan Arus Mudik
Omzet Telur Asin Brebes Rp 64 Miliar per Bulan
Buntut Macet Brexit, Menhub Jonan Didesak Mundur