Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Pemerintah Kota Pekalongan
Minggu, 21 Juni 2015 13:15:05
photo: pemkota pekalongan
Ketua DPRD Kota Pekalongan Hj Balgis Diab ingin maju jadi calon walikota Kota Pekalongan pada pilkada serentak Desember mendatang. Namun perempuan yang juga ketua DPD Partai Golkar Kota Pekalongan ini punya satu ganjalan serius: suaminya, M Basyir Achmad, berstatus sebagai Walikota Pekalongan. Sekarang persoalan ini hampir beres. Sang suami, yang sudah dua periode memimpin kota Pekalongan, Sabtu kemarin, 20 Juni 2015, rela mengundurkan diri. Walhasil, kelak Ibu Ketua DPRD ini akan bertarung melawan Tasurun, tukang sampah Kota Pekalongan yang maju sebagai calon independen.

Hj Balgis Diab, S.Ag, SE, MM, sampai sekarang memang belum mendaftar secara resmi sebagai calon walikota. Namun siapapun tahu, sejak Agustus 2014, Golkar sudah memunculkan namanya sebagai calon kuat walikota dalam survei internal Golkar. Meski begitu, pada Desember 3014, sudah muncul 'kepastian' bahwa Balgis takkan maju, karena UU Pilkada tak membolehkan keluarga petahana (incumbent) mencalonkan diri. ''Aku rapopo,'' kata Balgis, Desember lalu, setelah dipastikan ia tak maju pilkada.

Bulan Juni 2015 ini situasi mendadak berubah. Ada angin surga dari KPU. Surat edaran KPU RI No 302/ KPU/VI tertanggal 12 Juni 2015 membolehkan anggota keluarga petahana maju pilkada kalau sang petahana mengundurkan diri dari jabatannya. Walhasil, sebagaimana Bupati Ogan Ilir Mawardi Yahya yang Senin lalu mengundurkan diri agar anaknya bisa maju jadi calon bupati, Walikota Kota Pekalongan M Basyir Achmad pun ikut-ikutan mundur. Saat mengumumkannya, ia menegaskan kalau pengunduran dirinya tak ada kaitannya dengan kemungkinan istrinya menjadi calon walikota. Golkar sendiri pun, kata Ketua Dewan Pembina DPP Golkar Kota Pekalongan ini, memang belum memutuskan siapa yang bakal maju. Adapun masa pendaftaran calon walikota dari jalur partai adalah 26-28 Juli 2015.

Soal istri menggantikan jabatan suami, bagi Balgis Diab hal ini bukan yang pertama kali terjadi. Pada Desember 2009, ia terpilih sebagai ketua DPD Golkar Kota Pekalongan untuk menggantikan suaminya yang sudah dua periode menempati jabatan itu. Hebatnya lagi, saat pemilihan ketua DPD Golkar itu, tak ada calon lain yang maju, alias Balgis Diab menjadi calon tunggal. Akankah Balgis kembali menggantikan suaminya yang juga sudah menduduki jabatan walikota selama dua periode (2005-2010 dan 6 Juli 2010- 6 Juli 2015)? Semua itu tentu terserah ketua DPD Golkar Kota Pekalongan sendiri: apakah ia akan merestui dirinya sendiri untuk jadi calon walikota. Baru selanjutnya terserah kepada para pemilih pada pilkada serentak Desember mendatang.

Istri walikota Pekalongan, Ratna Sofia, juga berniat maju sebagai calon walikota via jalur independen. Ia mendaftarkan diri pada 5 Juni lalu namun ditolak karena terganjal aturan soal petahana sebagaimana tertuang di UU No 8 tahun 2015 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota. Apesnya, ia mengaku baru tahu adanya surat edaran KPU RI No 302 pada 15 Juni 2015 atau tepat di hari terakhir pendaftaran calon independen. Walhasil ia tak sempat mendaftarkan diri lagi dan akhirnya menyatakan niatnya untuk mem-pra-peradilankan surat edaran KPU tadi.

KPU Kota Pekalongan sendiri, di hari terakhir pendaftaran calon independen, menerima 3 pasangan calon independen. Salah satunya adalah pasangan Tasurun dan Hasan Hidayat. Keduanya datang bersama banyak pendukungnya yang berpakaian lusuh dan memakai sandal. Maklum, sang bakal calon walikota, Tasurun, tak lain adalah petugas kebersihan honorer di lingkungan Pemkot Pekalongan sejak 1997. Sebelum itu, selama 15 tahun sejak 1980, ia berprofesi sebagai tukang becak. Saat ini ia tinggal di rumah yang berada di lingkungan tempat pembuangan akhir (TPA) Bedono, Podosugih, Pekalongan Barat.
Pemerintah Kota Pekalongan
Jl. Mataram No 1
Kota Pekalongan
Jawa Tengah

Tel: 0285423001, 421093, 423984

Website: www.pekalongankota.go.id

Link:
DPRD Kota Pekalongan - www.dprd-pekalongankota.go.id
Kecamatan di Kota Pekalongan:
1. Pekalongan Barat
2. Pekalongan Timur
3. Pekalongan Utara
4. Pekalongan Selatan
Tetangga TerdekatKm
Apotek Kimia Farma Pekalongan 1,474
Pasar Grosir Batik Setono 3,102
Pasar Grosir Pantura 6,263
Sekolah Sepakbola Petarukan Muda 22,458
Laboratorium Pengamatan Hama dan Penyakit Pemalang 22,499
Stikes Adhi Karya Husada 22,499
Kecamatan Petarukan 22,559
Pasar Petarukan, Pemalang 22,629
Pasar Lama Petarukan 22,913
Museum Jenderal Soedirman, Purbalingga 50,843
Pemerintah Kabupaten Kendal 59,872
KPUD Kabupaten Purbalingga 62,053
Taman Maerakaca, Purbalingga 63,493
SMP Santo Borromeus, Purbalingga 63,574
SMPN 5 Purbalingga 63,589
Hotel di Jawa Tengah
Gumaya Tower Hotel, Gajah Mada, Semarang
Dunia Hotel, Gombong, Kabupaten Kebumen
Dafam Hotel, Kota Pekalongan
Horison Hotel, Kota Pekalongan
Omah Eling, Borobudur, Magelang
Garuda Hotel, Kemranjen, Banyumas
Hotel Syariah Solo
Hotel Aston Imperium Purwokerto
Surya Yudha Hotel, Banjarnegara
Hotel Wongso, Kebumen
Berita Jawa Tengah
Presiden lakukan kunker ke Jatim dan Jateng
Industri Logam Ceper Produksi Blok Rem Kereta Komposit
Siswa SMA Taruna Nusantara Ditemukan Meninggal di Barak
Biznet Hadir Serat Optik di Purwokerto
KPK Kebut Pemberkasan Bupati Klaten Sri Hartini
Temanggung TV Mengudara Agustus 2017
Purbalingga akan Kembangkan 6 Desa Wisata
Beringin Rumah Dinas Bupati Karangayar Roboh
Mobil Wali Kota Pekalongan Diseruduk Truk di Salatiga
Ganjar: Ahok Janji Gaji Juara MTQ itu Salah Besar