Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Menara Suar Distrik Navigasi Kelas II Semarang
Senin, 15 Juni 2015 12:40:35
photo: BPCB Jateng
Jumat lalu, 12 Juni 2015, dalam rangka Hari Pelaut Sedunia, dua Penjaga Menara Suar (PMS) Distrik Navigasi Kelas II Semarang, R Agung Cahya Nugraha dan Teguh Wiharho, dianugerahi gelar 'PMS Teladan' oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan. Anugerah itu diberikan karena kesetiaan kedua pria ini bersiaga di mercusuar antik setinggi 30 meter, buatan 1882, yang berada di Pelabuhan Samudera Tanjung Emas, Kota Semarang. Mereka menjadi pemandu kapal yang hilir-mudik dan keluar-masuk pelabuhan samudera Jawa Tengah itu. ''Menegakkan keamanan dan keselatam pelayaran,'' kata Jonan.

Nama resmi mercusuar di Pelabuhan Samudera Tanjung Emas itu adalah Menara Suar Distrik Navigasi Kelas II Semarang. Kalau mau gampangnya, sebut saja sebagai Mercusuar Pelabuhan Tanjung Emas atau Mercusuar Pelabuhan Semarang. Sebutan itu takkan salah karena di sana hanya ada mercusuar kelas II itu saja, tak ada menara kelas I di Kota Semarang. Secara kelembagaan, mercusuar itu berada di bawah kendali Distrik Navigasi (Disnav) Kelas II Semarang. Disnav ini merupakan Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan Ditjen Perhubunggan Laut, alias bertanggung jawab langsung ke Dirjen Hubla, dan tidak berada di bawah direktorat manapun. Di Indonesia tercatat ada 24 UPT Disnav (11 Disnav kelas I, 8 Disnav kelas II, dan 5 Disnav kelas III).

Soal sosok R Agung Cahya Nugraha dan Teguh Wiharho yang jadi penjaga mercusuar teladan, masih belum ada cerita tentang mereka. Yang bisa diketahui, kalau lihat info pendaftaran CPNS Kementerian Perhubungan, jabatan penjaga menara suar (PMS), golongan II A, diisi oleh lulusan STM atau SMK Listrik. Adapun Menhub Ignasius Jonan, selain memberikan penghargaan kepada kedua PMS tadi, juga memberikan penghargaan 'Women in Maritime' kepada Chandra Motik Yusuf, selaku Ketua Umum Lembaga Bina Hukum Laut Internasional; dan kepada 2 nahkoda, yakni Nahkoda KN Jadayat Laurens De Fretes dan Nahkoda PT Berlian Laju Tanker Kapten Sudarsono.

Khusus nahkoda KN Jadayat atau Kapal Negara Jadayat, penghargaan yang diberikan tak lepas dari kesuksesannya menemukan black box pesawat AirAsia QZ-8501 yang jatuh Desember 2014 lalu. KN Jadayat ini merupakan kapal Kementerian Perhubungan yang ditempatkan di bawah kendali Disnav Kelas I Tanjung Pinang.

Distrik Navigasi Kelas II Semarang punya kapal juga? Tentu punya. LPSE Kemenhub pada 2013 mencatat adanya lelang senilai Rp 1,23 miliar untuk docking dan pemeliharaan dua kapal milik Disnav II Semarang: KN B-008 dan KN B-124. Tahun sebelumnya, kapal KN B-008 juga dianggarkan docking sebesar Rp 324.9 juta. Ingin lihat aksi kapal KN B-008? Silakan tonton di Youtube, saat kapal ini berlayar ke Pulau Mandalika, pulau kecil di utara Jawa Tengah.

Adapun sang mercusuar, yang berbentuk segi sepuluh, berlantai 10, dan bertinggi 30 meter, memang tergolong barang antik. Menara itu sudah tercatat sebagai benda cagar budaya dan berada di bawah pengawasan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCP) Jawa Tengah, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kemendikbud. Menara suar atau mercusuar ini berada di tengah lahan seluas 8.500 meter persegi milik Disnav Kelas II Semarang. Lahan sisanya digunakan untuk kantor, rumah tinggal penjaga menara suar, gudang, dan garasi.

Menurut riwayatnya, mercusuar Pelabuhan Semarang yang seluruhnya terbuat dari pelat dan tiang besi ini dibangun pada 1879. Pembuatnya, seperti yang tertera di lempeng besi di puncak menara, adalah perusahaan konstruktsi Chance Brothers and Co asal Birmingham, Inggris. Lempeng itu bertanda tahun 1882. Sementara di pintu kupu-kupu di lantai dasar menara tertera kepemilikan menara oleh pemerintahan Raja Willem III, plus tahun pengoperasian mercusuar: 1884. Dengan kata lain, mercusuar ini mercusuar tertua ke-3 setelah Mercusuar Tanjung Kelian di Bangka-Belitung dan Mercusuar Sabang di Aceh.

Hingga tahun 1990, dasar menara suar ini masih rata dengan tanah sekitarnya. Tapi sekarang, konon karena adanya pengerukan pelabuhan, menara itu amblas dan jadi lebih rendah sekitar 120 cm dari tanah sekitarnya. Walhasil, dasar menara jadi mudah terendam air laut. Solusi sementaranya, di sekitar mercusuar dibuat tanggul keliling dan air disedot keluar pakai mesin. Kalau tidak direhabilitasi, BHCP Jawa Tengah khawatir mercusuar yang berjarak 800 meter dari sisi luar pelabuhan ini bakal terus amblas dan fungsinya sebagai menara suara bakal hilang.
UPT Distrik Navigasi Kelas II Semarang
Ditjen Perhubungan Laut
Kementerian Perhubungan
Jl. Yos Sudarso No. 32
Semarang - 50129
Jawa Tengah

Tel: 024-3542039
Fax: 024-3567731




Link:
Disnav Hubla - http://hubla.dephub.go.id/unit/upt/Distrik-Navigasi.aspx

BPCB Jawa Tengah - http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbjateng/
Tetangga TerdekatKm
Mal Ciputra - Semarang 4,084
DPRD Jawa Tengah 4,555
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah 4,618
Perum Perhutani - Unit I Jawa Tengah 4,716
Polda Jateng 4,919
PT Kayu Lapis Indonesia, Kabupaten Kendal 12,970
Pemerintah Kabupaten Semarang 19,696
Pemerintah Kabupaten Kendal 23,956
SMKN 1 Temanggung, Sekolah Pertanian 46,590
Gereja Bethel Indonesia Pelayanan Bersama 47,934
Pemerintah Kabupaten Temanggung 48,080
SDN 1 Jampiroso 48,209
BRI Cabang Temanggung 48,224
Gereja Katolik Santo Petrus Paulus 48,227
SMP Negeri 2 Temanggung 48,228
Hotel di Jawa Tengah
Gumaya Tower Hotel, Gajah Mada, Semarang
Dunia Hotel, Gombong, Kabupaten Kebumen
Dafam Hotel, Kota Pekalongan
Horison Hotel, Kota Pekalongan
Omah Eling, Borobudur, Magelang
Garuda Hotel, Kemranjen, Banyumas
Hotel Syariah Solo
Hotel Aston Imperium Purwokerto
Surya Yudha Hotel, Banjarnegara
Hotel Wongso, Kebumen
Berita Jawa Tengah
Presiden lakukan kunker ke Jatim dan Jateng
Industri Logam Ceper Produksi Blok Rem Kereta Komposit
Siswa SMA Taruna Nusantara Ditemukan Meninggal di Barak
Biznet Hadir Serat Optik di Purwokerto
KPK Kebut Pemberkasan Bupati Klaten Sri Hartini
Temanggung TV Mengudara Agustus 2017
Purbalingga akan Kembangkan 6 Desa Wisata
Beringin Rumah Dinas Bupati Karangayar Roboh
Mobil Wali Kota Pekalongan Diseruduk Truk di Salatiga
Ganjar: Ahok Janji Gaji Juara MTQ itu Salah Besar