Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Kantor Kecamatan Kemangkon, Purbalingga

Kamis, 24 April 2014 21:25:50
photo: jobojero/indoplaces

Purbalingga punya Bandara Wirasaba. Tepatnya, Pangkalan Udara TNI-AU Wirasaba. Untuk menuju lanud di Kecamatan Bukateja yang tengah digodok untuk disulap jadi bandara komersial itu, orang biasanya lewat jalan raya di depan kantor Kecamatan Kemangkon. Tapi, bukan cuma karena itu Kemangkon jadi 'kecamatan penting'. Alasan kunjungan kerja gubernur Jawa Tengah periode lalu, Bibit Waluyo, kiranya bisa jadi gambaran tentang pentingnya Kemangkon.

Agustus tahun lalu, Bibit Waluyo datang ke sana untuk --alasan pertama-- melakukan panen perdana padi hasil 'Program Gerakan Percepatan Tanam Serentak dengan Modernisasi Pertanian Seluas Seribu Hhektar di Wilayah Purbalingga' di Desa Toyareka, Kemangkon. Pada program 'seribu hektar' itu, Kecamatan Kemangkon kebagian melaksanamkan program di area sawah seluas 468 hektar. Kecamatan tetangganya, Kecamatan Kalimanah, melaksanakan hal serupa di sawah seluas 497 hektar.

Sesuai nama programnya, ada dua komponen utama program tersebut: 'tanam bersama' dan 'modernisasi pertanian'. Wujud yang pertama, di awal program, petani diajak bersama-sama menanam 25 ton bibit padi yang disediakan pemerintah. Bibit padi yang disediakan terdiri dari 7 varietas: Inpari 13 (14,5 ton), Inpari 9 (0,5 ton), Inpara 5 (1), Inpara 2 (0,5), Cigelis (2), Sarinah (2), dan Situ Bagendit (4,5 ton).

Adapun wujud 'modernisasi pertanian'-nya, seperti yang hari itu ditunjukkan: panen perdana dilakukan dengan menggunakan mesin 'combine harvester'. Peralatan mekanisasi pertanian ini berfungsi untuk memotong dan sekaligus merontokkan padi. Sawah yang jadi saksi penggunaan 'combine harvester' ini adalah sawah seluas 65 hektar yang berada di depan Markas Batalyon 406 Chandra Kirana.

Alasan ke-dua kunjungan Bibit Waluyu ke Kemangkon adalah untuk meninjau progress pembangunan Jembatan Linggamas. Jembatan berbiaya Rp 14 miliar ini merupakan proyek bersama Kabupaten Purbalingga dan Kabupaten Banyumas. Nama jembatan pun diambil dari gabungan nama kedua kabupaten itu. Jembatan itu dibangun melintasi Sungai Klawing untuk menghubungkan wilayah kedua kabupaten. Membentang utara-selatan, sisi utaranya berada di Desa Petir, Kecamatan Kalibagor, Banyumas. Sedangkan sisi selatannya berada di Desa Kedungbenda, Kecamatan Kemangkon.

Dimulai pembangunannya pada Juni 2012, jembatan itu sampai sekarang belum selesai juga. Januari lalu, Dinas Pekerjaan Umum Purbalingga bahkan memutuskan kontrak dengan sang kontraktor, CV Ghaitsa Zaihar Shofa. Alasannya, proyek itu mestinya selesai 13 Desember 2013. Sudah seberapa selesai? Baru 75 persen.

Jadi, kapan selesainya? Entahlah. Tapi kemarin, 23 April 2014, Bupati Sukento Rido Marhaendrianto bilang tahun ini Jembatan Linggamas akan selesai. Yang jelas, kalau nanti benar-benar selesai, hubungan kedua kabupaten dalam berbagai hal semakin bisa lancar. Dan yang pasti, jembatan ini merupakan bagian dari rencana besar dan mega proyek Purbalingga lainnya: Jembatan Linggamas akan jadi jalan pintas dari Purwokerto, Sokaraja, dan Banyumas menuju Bandara Wirasaba versi komersial di masa datang.

Peta & Citra Satelit

Kantor Camat Kemangkon

Kantor Kecamatan Kemangkon
Jl. Raya Panican No. 4
Desa Panican
Kecamatan Kemangkon - 53381
Kabupaten Purbalingga
Jawa Tengah

Tel: 0281-7639669

Desa di Kecamatan Kemangkon

Desa di Kecamatan Kemangkon:
1. Bakulan
2. Bokol
3. Gambarsari
4. Jetis
5. Kalialang
6. Karangkemiri
7. Karangtengah
8. Kedungbenda
9. Kedunglegok
10. Kemangkon
11. Majasem
12. Majatengah
13. Muntang
14. Panican
15. Pegandekan
16. Plumutan
17. Senon
18. Sumilir
19. Toyareka