Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Pemerintah Kabupaten Kendal

Sabtu, 12 April 2014 20:05:55
photo: rifki / panoramio

24 Maret 2014 mungkin akan jadi tanggal tak terlupakan bagi Bupati Kendal Widya Kandi Susanti. Hari itu, di Jogja Expo Center, dengan disaksikan Presiden SBY, ia menerima 'Apdesi Award', penghargaan bergengsi bagi para kepala daerah. Di hari yang sama, di Kendal, satu harapannya yang lain juga terkabulkan: gugatan cerai terhadap pria yang mendampingi hidupnya selama 28 tahun terakhir. Siapakah gerangan sang suami? Suaminya tak lain adalah Hendy Boedoro, bupati yang memimpin Kendal selama dua periode sebelumnya.

Hendy Boedoro, yang bersama Widya sudah dikaruniai 4 anak, semestinya memang memimpin Kendal dua periode. Periode pertama kepemimpinannya, 2001-2005, dilalui dengan mulus. Ia pun lantas terpilih lagi untuk jadi bupati periode 2005-2010. Tapi, apa mau dikata, KPK bertindak. Hendy ditahan pada 22 Desember 2006 dengan tuduhan melakukan korupsi sejak 2003 sebesar Rp 24,3 miliar. Pada 9 Januari 2008, Pengadilan Tinggi Tipikor Jakarta menjatuhkan vonis penjara 5 tahun, denda Rp 200 juta, dan harus membayar uang pengganti Rp 13,1 mkiliar. Naik banding, pada 4 Juni 2008 Mahkamah Agung menolak kasasinya, dan sebaliknya mengabulkan kasasi Jaksa yamg meminta hukuman lebih berat. Hendy diganjar 7 tahun penjara, denda Rp 500 juta, dan ganti rugi Rp 13,1 miliar. Pada November 2008, KPK pun melakukan penyiataan terhadap sejumlah aset mililknya.

Selama diproses KPK, Hendy menjadi bupati non-aktif. Tugasnya diambil alih dan dilanjutkan oleh Wakil Bupati Siti Nurmarkesi. Mendagri baru benar-benar mencopot jabatan bupatinya pada Januari 2009, alias ketika Hendy sudah menjadi penghuni LP Kedungpane, Semarang. Hendy tak menjalani hukumannya secara full di sana. Pada 4 April 2012, ia sudah bisa bebas bersyarat. Seminggu setelah keluar, Hendy diperikasa KPK lagi. Tapi, hanya sebagai saksi. Ia menjadi saksi bagi kasus korupsi yang dilakukan Murdoko, Ketua DPRD Jawa Tengah (2009-2014). Sosok yang satu ini tak lain adalah adik kandung Hendy sendiri. Yang disangkakan kepadanya adalah korupsi APBD Kendal yang dilakukan saat menjadi anggota DPRD Kendal pada 2004, alias saat sang kakak masih menjadi bupati.

Suami berada dipenjara tak membuat Widya Kandi Susanti kecil hati. Ia menjalani hidup dan pekerjaan seperti biasa: sebagai anggota DPRD periode 2004-2009. Bahkan, ia kembali masuk ke DPRD lewat pemilu 2009 dan menjadi wakil ketua DPRD Kendal. Ketika berlangsung pemilihan bupati, Widya pun ikut. Ia menang dan akhirnya perempuan kelahiran Semarang, 26 Mei 1964, ini dilantik menjadi bupati pada 23 Agustus 2010. Kesuksesan Widya ber-komunikasi-politik di pilkada Kendal itu lantas diangkat jadi thesis S2 Ilmu Komunikasi di Universitas Diponegoro.

Semasa menjadi anggota DPRD dan terus sampai sekarang, Widya juga menjadi Ketua DPC PDI Perjuangan Kendal, meneruskan kiprah ke-PDI-an sang suami. Karena itu pada musim kampanye Maret lalu, ia sempat cuti 4 hari untuk berkampanye keliling Kendal.

Tahun silam, banyak beredar kisah kisruh seputar rumah tangga dan hidup pribadinya. Meski begitu, konon tak banyak yang tahu kalau ia sudah mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama kendal pada Agustus 2013. Prosesnya kelihatannya ruwet karena hingga akhir Desember 2013 tercatat sudah 8 kali PA Kendal mengeluarkan surat panggilan sidang. Uniknya, setahun sebelumnya, Bupati Widya Kandi Susanti ini pernah mengaku pusing melihat banyaknya guru PNS yang bercerai. Perceraian itu diduga karena gaji guru yang terus naik dan semakin besar. ''Pendapatan atau gaji telah mempengaruhi gaya hidup guru,'' bilang Widya.

Pepatah bilang: guru pipis berdiri, murid pipis berlari. Widya, ibu dokter yang menjadi bupati, yang tentunya pernah jadi murid, akhirnya mengikuti gaya hidup para guru. Selasa lalu, sehari sebelum hari coblos nasional 9 April 2014, Pengadilan Agama Kendal mengkonfirmasi kalau Widya sudah resmi bercerai. Gugatan cerainya dikabulkan pada sidang yang berlangsung Senin, 24 Maret 2014, saat ia tengah berada di Yogyakarta untuk menerima Apdesi Award.

Peta & Citra Satelit

Kantor Bupati Kendal

Pemerintah Kabupaten Kendal
Jl. Sukarno-Hatta No. 193
Kendal
Jawa Tengah

Tel: 0294-381232, 381251

Website: www.kendalkab.go.id

Kecamatan di Kendal

Kecamatan di Kabupaten Kendal:
  1. Kendal Kota
  2. Patebon
  3. Brangsong
  4. Kaliwungu
  5. Kaliwungu Selatan
  6. Cepiring
  7. Gemuh
  8. Pegandon
  9. Kangkung
  10. Weleri
  11. Rowosari
  12. Pageruyung
  13. Sukorejo
  14. Plantungan
  15. Limbangan
  16. Singorojo
  17. Boja
  18. Patean
  19. Ringinarum
  20. Ngampel