Indonesia meets Google Places and Facebook Places
PT Midas Indonesia, Pabrik Bulu Mata Palsu, Purbalingga
Jumat, 28 Maret 2014 12:33:00
photo: jobojero/indoplaces
Pabrik PT Midas Indonesia terbakar. 3 karyawannya tewas dan 5 lainnya menderita luka bakar serius. Tapi, musibah pada Mei 2010 itu, bukan terjadi di pabrik yang satu ini, di Kabupaten Purbalingga, yang memproduksi bulu mata palsu. Melainkan di pabriknya yang berada di Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang. Pabrik di Banten ini memproduksi kuku palsu. Kedua macam produk kepalsuan itu memang jadi lahan bisnis perusahaan ini, yang berdarah Korea Selatan.

Pabrik bulu mata di Purbalingga juga pernah jadi berita. Bahkan sedikit lebih unik. Direkturnya, Kwong Young Tae, ditahan Polwil Banyumas karena melakukan pengelapan mesin pabrik senilai Rp 900 juta. Ia ditangkap berkat pengaduan dari Lee Day Sie, yang tak lain adalah pemilik PT Midas Indonesia. Alkisah, PT Midas Indonesia membeli sejumlah mesin pabrik. Tapi, tunggu punya tunggu, dua di antara mesin yang dipesan, yakni oven pemanggang bulu mata palsu, tak kunjung datang. Selidik punya selidik, oven itu ternyata malah dikirim ke CV Cinta Kasih, perusahaan pribadi milik Kwong, yang dibentuk dengan meminjam nama orang lain. Oleh Polwiltabes Kwong ditahan pada Oktober 2009 dan dikenai pasal pengelapan.
PT Midas Indonesia - Pabrik Purbalingga
Jl. Candi No 2A
Kabupaten Purbalingga
Jawa Tengah

Tel: 0281-6597664


Kantor Pusat:
Jl. Raya Cukanggalih II
Desa Cukanggalih,
Kecamatan Curug
Kabupaten Tangerang
Banten

Tel: 021-5981615, 5984910, 5985020
Fax: 021-5986776

Website: www.ptmidas.com


Pabrik lain:
Jl.Raya Karang Cegak, RT 01/RW 02
Desa Karang Cegak
Kecamatan Sumbang
Kabupaten Banyumas
Jawa Tengah
Entah ada hubungannnya atau tidak dengan kasus penggelapan oven pemangggang bulu mata, ketika Indoplaces bertandang ke pabrik Midas di Indonesia pekan silam, perusahaan ini terlihat mendayagunakan 'oven tenaga surya': menjemur tumpukan rambut bahan baku bulu mata palsu di bawah terik matahari.
PT Midas Indonesia mengaku mempekerjakan tak kurang dari 800 karyawan disemua pabriknya. Berapa banyak karyawannya di pabrik Purbalingga? Februari lalu, Kepala Cabang BPJS Purbalinga Sutrisno mengungkap daftar perusahaan yang punya karyawan di atas 500 orang, tapi belum ikut program BPJS Kesehatan. Nama PT Midas Indonesia masuk dalam daftar itu. Perusahaan lain yang ada dalam daftar itu: PT Royal Korindah, PT Indokores Sahabat, PT Shung Shim Internasional, PT Sung Chang Indonesiam, PT Hyup Shung Indonesia, dan PT Boyang Industrial, dan PT Milan Indonesia.
Pada 2011, Purbalingga mulai sibuk bicara soal dampak limbah pabrik bulu mata palsu dan rambut palsu. Selama ini, kebanyakan pabrik membuang limbah cairnya langsung ke sungai atau saluran irigasi. Buntutnya, penertiban pun mulai dilakukan. PT Midas Indonesia, bersama PT Sunc Chang Indonesia, PT Sinhan Creatindo, termasuk yang aman. Soalnya, ketiganya saat itu sudah mengajukan dokumen UKL dan UPL (upaya pengelolaan lingkungan, dan upaya pemantauan lingkungan). Artinya, ketiganya sedang mepersiapkan fasilitas pengolahan limbahnya.

Adapun perusahaan yang sudah memiliki intalasi pengolah limbah (IPL), meski belum memenuhi standard, saat itu baru dua perusahaan, yakni PT Indokores Sahabat dan PT Royal Korindah. Perusahaan lainnya waktu itu baru sekadar membangun kolam penambung limbah cair saja, yang belum bisa dikategorikan sebagai fasilitas IPL, untuk kemudian menghanyutkan limbahanya ke sungai.
Amerika Serikat dilanda krisis ekonomi di penghujung 2008 dan awal 2009. Akibatnya, ekspor rambut palsu dan bulu mata palsu dari Purbalingga pun melorot. Penurunannya mencapai 25 persen, kata Ketua Apindo Kabupaten Purbalingga Saryono, yang juga pemilik pabrik bulu mata PT Tiga Putra Perkasa. Dalam kondisi normal, ekspor bulu mata palsu, rambut palsu, dan manequin Purbalingga mencapai 919.404 set produk per bulan. Nilai rupiahnya mencapai Rp 3,841 miliar per bulan.

Penurunan ekspor biasanya bermuara ke PHK. Tapi di Purbalingga, sang ketua Apindo meyakinkan takkan terjadi PHK. Yang akan dilakukan adalah melakukan efisiensi usaha tanpa PHK, plus mencari pasar baru di luar AS. Bahkan, pada awal 2009 itu, kata Saryono, tiga perusahaan justru tengah melakukan penambahan tenaga kerja untuk menyelesaikan order yang sudah masuk. Ketiganya adalah PT Hanmi, PT Midas Indonesia, dan PT Royal Korindah.
Tetangga TerdekatKm
PT Shinhan Creatindo, Pabrik Bulu Mata Palsu, Purbalingga 1,007
PT Royal Korindah, Pabrik Bulu Mata Katy Perry 1,767
Masjid Agung Darussalam, Purbalingga 2,231
SMPN 1 Purbalingga 2,327
Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Purbalingga 2,342
Neutron Yogyakarta, Cabang Purbalingga 2,347
Pemerintah Kabupaten Purbalingga 2,367
SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga 2,390
Kantor Pos Purbalingga 2,416
Rumah Tahanan Negara Purbalingga 2,450
Bank BNI Cabang Purbalingga 2,471
Markas PMI Purbalingga 2,482
PLN UPJ Purbalingga, Jawa Tengah 2,670
RSKBD Panti Nugroho, Purbalingga 2,738
SBS FM, Radio Purbalingga 2,838
Hotel di Jawa Tengah
Dunia Hotel, Gombong, Kabupaten Kebumen
Dafam Hotel, Kota Pekalongan
Horison Hotel, Kota Pekalongan
Omah Eling, Borobudur, Magelang
Garuda Hotel, Kemranjen, Banyumas
Hotel Syariah Solo
Hotel Aston Imperium Purwokerto
Surya Yudha Hotel, Banjarnegara
Hotel Wongso, Kebumen
Sanjaya Inn Hotel, Purworejo
Berita Jawa Tengah
Temanggung TV Mengudara Agustus 2017
Purbalingga akan Kembangkan 6 Desa Wisata
Beringin Rumah Dinas Bupati Karangayar Roboh
Mobil Wali Kota Pekalongan Diseruduk Truk di Salatiga
Ganjar: Ahok Janji Gaji Juara MTQ itu Salah Besar
Air Asia Tutup Rute Solo-Kuala Lumpur
Kabupaten Pekalongan Masuk Daftar Daerah Terkumuh
JK: Pemerintah Minta Maaf atas Kemacetan Arus Mudik
Omzet Telur Asin Brebes Rp 64 Miliar per Bulan
Buntut Macet Brexit, Menhub Jonan Didesak Mundur