Indonesia meets Google Places and Facebook Places
PT Royal Korindah, Pabrik Bulu Mata Katy Perry
Kamis, 27 Maret 2014 15:36:51
photo: jobojero/indoplaces
Dua pertanyaan satu jawaban. Pertanyaan pertama: industri bulu mata palsu bertebaran di Kabupaten Purbalingga, siapa pelopornya? Pertanyaan kedua: Katy Perry suka sekali pakai bulu mata palsu dan rambut palsu, siapa pembuatnya? Jawabannya cuma satu: PT Royal Korindah, perusahaan yang jadi produsen bulu mata palsu terbesar di Kabupaten Purbalingga. Dan mungkin juga di Indonesia.

Desember tahun silam, nama PT Royal Korindah mencuat di Inggris. Royal Korindah menjadi sorotan karena Eyelure --brand bulu mata palsu yang populer sejagad, milik Original Additions (Beauty Products) Limited, Inggris-- mau buka kartu kalau produknya dibuat 'secara legal' oleh perusahaan asal Purbalingga ini. Termasuk diantaranya adalah bulu mata seri Katy Perry (www.eylure.com/katy-perry.html).

Mengapa Eyelure buka kartu? Ternyata, semua itu buntut dari ulah The Victoria & Albert Museum membeli sepasang bulu mata Katy Perry yang dipasarkan Eylure untuk dijadikan koleksi museum. Yang dibeli cuma sepasang karena bulu mata itu hendak dijadikan simbol 'fashion murah' yang dibuat oleh 'buruh yang dibayar murah.' Sinis? Memang itu maksudnya. Museum sinisme ini sebelumnya juga menjadikan celana jeans merek 'Primark' sebagai koleksinya, untuk mengingatkan orang pada runtuhnya Rana Plaza pada April 2013, yang tak lain merupakan pabrik pembuat jeans Primark di Dhaka, Banglades.

Bagi perusahaan Indonesia, PMA maupun lokal, sinisme seperti itu, dan juga sinisme bernuansa lingkungan, tentu hal biasa. Bukan hanya diluar sana, di sini pun soal upah buruh murah kerap disorot. Tapi apapun itu, yang jelas PT Royal Korindah tetap berjaya sampai sekarang. Dan kabarnya, perusahaan PMA asal Korea Selatan yang berdiri pada 1976 inilah yang menjadi cikal-bakal maraknya industri bulu mata palsu di Purbalingga. Saat baru memulai bisnisnya, perusahaan ini masih bernama PT Royal Kenny.

Setelah Royal Kenny, PMA Korea lain pun berdatangan: PT Indokores Sahabat, PT Yuro Mustika, dan PT Sung Chang. Pada era 1990-an, lebih banyak lagi PMA Korea yang berdiri. Dan akhirnya, pada 2000-an, perusahaan PMDN baru mulai bermunculan. Per Agustus 2013, Dinsosnakertrans Purbalingga mencatat ada 33 perusahaan pembaut bulu mata palsu dan rambut palsu di Purbalingga: 11 diantaranya perusahaan lokal atau PMDN.
PT Royal Korindah

Pabrik:
Jl. Raya Banjaransari
Kembaran Kulon - 53319
Kabupaten Purbalingga
Jawa Tengah

Tel: 0281-891526, 896370
Fax: 0281-891296, 891512


Kantor Pusat:
Jl. Penjernihan I No. 9B
Jakarta Pusat - 10210
DKI Jakarta

Tel: 021-57906630
Fax: 021-57906631

Website: www.ptrk.com www.eye-lashes.com


Dinsosnarkertrans Purbalingga mencatat PT Royal Korindah mulai berkiprah di Kabupaten Purbalingga pada 1976. Namun Royal Korindah sendiri lebih suka mengisahkan kiprahnya sudah dimulai sejak 1968, sebagai industri one-man operation yang mensuplai berbagai salon kecantikan yang ada di sekitar. Sekarang, pabriknya sudah jauh membesar: berdiri di atas lahan seluas 25 ribu meter persegi dan mempekerjakaan 5.300 karyawan. Pertahunnya, PMA Korea ini memproduksi sekitar 36 juta pasang bulu mata palsu.
Dalam perjalanannya, berbagai award dan anugerah sudah diraih oleh PT Royal Korindah. Pada 1990, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menganugerahkan 'Byasana Bhakti Upapradana'. Setahun kemudian, giliran Presiden RI menganugerahkan 'Upakarti'. Dan akhirnya, pada 2009, menerima 'Primaniyarta Award' dari Presiden RI, sebagai perusahaan eksportir yang berprestasi.
Per hari, PT Royal Korindah memproduksi tak kurang dari 3 juta pasang bulu mata palsu (fake eyelashes). Sebagian diproduksi dan dipasarkan dengan merek sendiri: Elise. Sebagian lagi diproduksi untuk perusahaan lain, dengan merek lain, seperti yang dibuat untuk Eylure dengan seri Katy Perry-nya.

Bulu mata palsu buatan Royal Korindah dirakit secara manual dari rambut manusia dan rambut sintetis. Untuk bulu mata 'fashion', ada juga yang dibuat dari bulu burung.
Bulu mata palsu buatan pabrik di Purbalingga ini bukan cuma bulu mata biasa saja, atau bulu mata regular. Melainkan juga bulu mata centil dan aktraktif seperti yang biasa dipakai para selebriti. Ragam eyelashes-nya: color, decorated, fancy, carnival, doll, extension, individual, dan flare lashes.
Places TerdekatKm
Masjid Agung Darussalam, Purbalingga 0,789
Pemerintah Kabupaten Purbalingga 0,828
Kantor Pos Purbalingga 0,894
SMPN 1 Purbalingga 0,950
Bank BNI Cabang Purbalingga 0,963
SMA Muhammadiyah 1 Purbalingga 0,999
Rumah Tahanan Negara Purbalingga 1,011
Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Purbalingga 1,018
Neutron Yogyakarta, Cabang Purbalingga 1,065
PLN UPJ Purbalingga, Jawa Tengah 1,160
Hotel TerdekatKm
Hotel Aston Imperium Purwokerto 12,974
Garuda Hotel, Kemranjen, Banyumas 24,781
Dunia Hotel, Gombong, Kabupaten Kebumen 30,254
Surya Yudha Hotel, Banjarnegara 36,734
Hotel Wongso, Kebumen 50,258
Dian Candra Hotel, Kabupaten Pekalongan 61,138
Dafam Hotel, Kota Pekalongan 63,397
Horison Hotel, Kota Pekalongan 64,540
Sanjaya Inn Hotel, Purworejo 79,198
Hotel Plaza, Purworejo 79,461
Berita Jawa Tengah
Jelang Idul Adha, Pemkab Purbalingga Siapkan 20 Ekor Sapi
Mencuri di Rumah Kapolsek, Maling Babak Belur Dihajar Massa
Semua Korban Helikopter Basarnas Berhasil Dievakuasi
Helikopter Basarnas Jatuh di Temanggung
Bank Jateng Kucurkan Kredit Rp 200 Miliar ke Pemkab Grobogan
Penuhi Nazar, Bupati Banjarnegara Umrahkan 20 Orang
Bupati Resmikan Grand Master Hotel
Presiden lakukan kunker ke Jatim dan Jateng
Walikota Salatiga Akhirnya Dilantik Gubernur Ganjar Pranowo
Budhi Sarwono dan Syamsudin Dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Banjarnegara Periode 2017-2022