Indonesia meets Google Places and Facebook Places
PT Indesso Aroma, Cileungsi, Kabupaten Bogor
Sabtu, 30 Juli 2016 11:49:11
photo: che/indoplaces
Unlocking nature. Kalimat pendek ini menjadi tag line PT Indesso Aroma, satu dari dua raksasa industri flavor dan fragrance di Indonesia. Maknanya adalah mengekstrak kekayaan alam nabati. Produk akhirnya mungkin tak dikenal banyak orang. Soalnya wujudnya adalah ekstrak tanaman, ekstrak biji-bijian, ekstrak kacang-kacangan, ekstrak buah-buahan, ekstrak daging, dan --ini yang lebih penting-- berbagai produk turunannya. Berbagai ekstrak ini lantas di suplai sebagai bahan baku ke berbagai industri makanan, industri minuman, dan industri parfum. Bukan sebagai bahan pembentuk fisik produk final, tapi bahan pencipta rasa, bau (aroma), dan warna.

Perjalananan PT Indesso Aromo di bisnis perasa dan pengharum (flavor dan fragrance), dan sekarang juga pewarna alami, terbilang panjang. Perusahaan ini mengawali kiprahnya dengan membangun usaha penyulingan minyak cengkeh di kaki gunung Slamet, di kawasan Baturaden, Purwokerto, Kabupaten Banyumas, pada 1968. Pada 1974, PT Indesso Aroma mengembangkan diri untuk mengolah minyak cengkeh secara kimiawi menjadi berbagai produk turunannya yang tergolong kimia aromatik. Tak cuma dihasilkan dari kegiatan menyuling daun cengkeh di kilang milik sendiri, tapi juga menampung minyak cengkeh dari ratusan penyulingan rakyat.

Seperti diketahui, kawasan sekitar pabriknya di Baturaden, Banyumas, memang dikenal sebagai wilayah kaki Gunung Selamet yang subur untuk ditanami Cengkeh. Berkat usaha ini, sampai sekarang PT Indonesia Aroma dikenal sebagai 'rajanya minyak cengkeh'. Ini karena, menurut banyak sumber, PT Indesso Aroma menyerap sekitar 80 persen suplai minyak cengkeh (clove leaf oil/CLO) yang beredar di pasaran: 20 ton per hari. Ekspor produk hasil minyak cengkehnya mencapai 2.000 hingga 2.500 ton per tahun.

Selain memproduksi sendiri, sejak 1974 PT Indesso Aroma juga menerjuni bisnis distribusi produk ekstrak alam yang dibuat produsen lain, terutama dari luar negeri. Yang jadi mitra kuatnya adalah Firmenich SA, produsen flavor dan fragrance terbesar di dunia. Kemitraan ini makin kuat ketika pada 1994 keduanya sepakat membentuk PT Firmenich Indonesia untuk memproduksi produk andalan Firmenich di Indonesia: 'encapsulated flavour' cap Durarome. Keduanya lantas menjadikan pabrik yang berada di Cileungsi sebagai basis produksi bersama. Hampir sepuluh tahun kemudian, Maret 2013, kehadiran Firmenich diperluas lagi dengan membangun pabrik baru di kawasan industri KIIC (Kawarang Internatonal Idustrial City) di Teluk Jambe, Kabupatten Karawang, Jawa Barat. Pabrik baru ini dikelola PT Firmenich Aromatics Indonesia.
PT Indesso Aroma - Pabrik Cileungsi
Jl. Alternatif Cibubur-Cileungsi Km. 9
Desa Cileungsi
Kecamatan Cileungsi
Kabupaten Bogor -16820
Jawa Barat



Kantor Pusat:
PT Indesso Aroma - PT Firmenich Indonesia
Jl. Tanah Abang II No. 78
Kelurahan Cidenga
Kecamatan Gambir
Jakarta Pusat - 10150

Tel:21-3863974
Fax: 021-3850538

Pabrik Purwokerto
Jl. Raya Baturaden Km.10
Kecamatan Baturaden
Kota Purwokerto
Kabupaten Banyumas - 53151
Jawa Tengah

Gudang Sokaraja
Jl. Raya Sokaraja Km. 7
Kecamatan Sokaraja
Kabupaten Banyumas- 53181
Jawa Tengah

Website: www.indesso.com
Sekarang, di pabriknya di Cileungsi, bukan cuma minyak cengkeh yang diolah lebih lanjut. Produk nabati apapun digiling, disuling, dan diekstrak: daun teh, daun patchouli, rumput vetivera, daun salam, daun jeruk, jahe, kopi, pala, mangga, pisang, jambu, dan sebagainya.

Tak cuma itu, sebagai perusahaan yang amat berorientasi R&D (untuk terus mencari formula baru atau produk turunan baru), pabriknya juga dilengkapi 'experiential kitchen' alis tempat untuk menunjukan langsung kepada perushaan yang jadi konsumennya tentang produk akhir apa yang bisa diciptakan dari aneka bahan baku yang dibuatnya.

Semua usaha ekstraksi kekayaan nabati itu sekarang menjadi lahan bisnis PT Indesso Aroma. Sedangkan bisnis kedistributoran produk flavor dan fragrance import ditangani perusahaan yang lain: PT Indesso Niagatama. Kedua perusahaan berlabel Indesso ini menjadi anak perusahaan PT Indesso Primatama.
Tetangga TerdekatKm
Mitsubishi Mustika - Cibubur, Cileungsi, Kabupaten Bogor 0,109
Bank BJB KCP Cileungsi, Cileungsi, Kabupaten Bogor 0,153
Keraton Aki Jenggot, Klenteng Hian Tan Kong, Cileungsi 0,311
Polsek Cileungsi 0,499
Alfamart - Raya Trace Yogie, Cileungsi 0,626
Nissan Cibubur - PT Wahana Persada Jakarta 0,628
Mossel Furnisource - Cibubur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor 0,764
Mazda Cibubur, Gunung Putri, Kabupaten Bogor 0,917
Nyi Iteung, Resto Sunda dan Seafood 0,962
Kantor Kecamatan Cileungsi - Kantor Lama 1,005
The Market Cileungsi 1,015
Alfamidi - The Market Cileungsi, Kabupaten Bogor 1,015
Cibubur Mansion, Cileungsi, Kabupaten Bogor 1,090
Gerbang Depan Kota Wisata 1,101
Bakmi Palapa 77, Kota Wisata 1,248
Hotel di Jawa Barat
The La Oma Hotel, Lembang, Kabupaten Bandung Barat
Hotel Ciputra Cibubur, CitraGran, Kota Bekasi
The Margo Hotel, Kota Depok
Pangrango 2 Hotel, Kota Bogor
Zest Hotel Bogor, Kota Bogor
Amaris Hotel Padjajaran, Kota Bogor
Amaris Hotel Pakuan, Kota Bogor
Hotel Savoy Homann Bidakara, Asia-Afrika, Bandung
Amaris Hotel - Bekasi Barat
Amaroossa Grande Bekasi Hotel
Berita Jawa Barat
Gubernur Sulawesi Selatan Minta Eksekusi Asrama Mahasiswa di Bogor Ditunda
Menhub: Pembangunan 'Kanal Cikarang Bekasi Laut' Kurangi Beban Jalan Raya
Presiden Jokowi Sambangi Cirebon
Presiden Jokowi Blusukan ke BIP Lihat Produk Asli Bandung
Presiden Jokowi: Teras Cihampelas Perlu Ditiru Kota Lain
Patung Lilin Chris John Bakal Hadir Di GOR Jaya Perkasa Purwakarta
Antam Sosialisasikan Penutupan Tambang Emas Pongkor
Pertamina Gelontorkan Rp 15 Miliar Bangun Jalan Pantura Karawang
Peran Bandara Husein Sastranegara Akan Digantikan Bandara Kertajati
Kampus IPDN Jatinangor Terpangkas Tol Cisumdawu