Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

PLTP Kamojang, Kabupaten Bandung

Senin, 06 Juli 2015 15:31:58
photo: pemprov jabar

Ahad kemarin, 5 Juli 2015, selepas sahur, Presiden Jokowi nge-tweet kalau dia akan pergi ke Kamojang, Kabupaten Garut, untuk meresmikan PLTP Kamojang Unit 5. Pukul 09.15 helikopter Super Puma yang membawa Jokowi pun mendarat di Kamojang, Desa Laksana, Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung. Lho, kok bukan di Garut? Ya begitulah. Bukan baru kali ini presiden tak kenal wilayahnya. Yang jelas, di sana Jokowi jadi meresmikan unit pembangkit listrik baru itu. Juga, ia harus merogoh kocek Rp 14 juta untuk mengganti atap rumah warga yang rusak kena hembusan baling-baling helikopter.

Warga kampung Kamojang, Kecamatan Ibun, yang memang bertetanggaan dengan Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, memang senang melihat kedatangan Jokowi. Mereka dengan gembira mengerumuni Super Puma TNI-AU yang parkir di Lapangan Dipa, lapangan sepakbola Kampung Kamojang yang berada di ketinggian 1.500 meter DPL. Tak lupa mereka juga banyak foto bareng dengan berlatarbelakang helikopter. Tak diketahui apakah Jokowi sempat bersalaman dan berdialog dengan warga. Yang pasti, sepulangnya Jokowi, Biro Pers, Media, dan Informasi Istana Kepresidenan menebar press release yang menyatakan kesediaan Jokowi mengganti atap rumah warga yang rusak karena dihembus angin baling-baling helikopter. Tercatat ada 14 rumah warga yang rusak ringan, dan kepada setiap pemilik rumah akan diberi ganti rugi Rp 1 juta.

PLTP Kamojang Unit 5 yang diresmikan Jokowi merupakan pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang berkapasitas 1x35 MW. Menempati area seluas 3,85 hektar, proyek pembangunan PLTP Unit 5 ini diresmikan oleh Menteri ESDM Jero Wacik pada 12 Januari 2013. Pembangkit ke-5 ini melengkapi 4 pembangkit yang sudah ada. Pembangkit pertama diresmikan Presiden Suharto pada 23 Januari 1983. Peresmian Pembangkit 1 (1x30MW) itu juga sekaligus menandai peresmian 'Lapangan Geothermal Kamojang' sebagai lapangan panas bumi pertama yang beroperasi dan berproduksi di Indonesia. Di masa selanjutnya, Unit 2 dan 3 diresmikan pada 1988 (2x55MW) dan Unit 4 pada 2008 (1x60MW).

Semula, PLTP di Kamojang dikelola bersama oleh PT Pertamina Geothermal Energy, anak perusahaan PT Pertamina (persero), via unit bisnis PGE Area Kamojang; dan PT Indonesia Power, anak perusahaan PT PLN (persero), via Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Kamojang. Namun sejak PLTP Kamojang Unit 4, PGE Area Kamojang mengelola sendiri PLTP yang dibangunnya, mulai dari hulu hingga ke hilir. Walhasil, kedatangan Jokowi ke Kamojang Ahad lalu merupakan hajatan yang digelar PT Pertamina Geothermal Energy.

UBP Kamojang sendiri tak jadi kurang kerjaan karena tak mengelola PLTP Kamojang Unit 4 dan 5. Soalnya, sejak 1993 ia mengelola PLTP Darajat (1x55MW) yang memanfaatkan panasbumi dari Kawah Darajat yang berada di kecamatan tetangga: Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. PLTP Darajat ini berada di selatan Kawah Kamojang, di Kampung Cileuleuy, Desa Padawaas, Kecamatan Samarang. Juga, UBP Kamojang bertanggung jawab atas pengelolaan PLTP Gunung Salak (3x60MW) yang berada jauh di sebelah barat, di perbatasan Kabupaten Bogor dan Kabupaten Sukabumi.

Peta & Citra Satelit

Kawah Kamojang

PT Pertamina Geothermal Energi - Area Kamojang
Jl. Raya Kamojang
Desa Laksana
Kecamatan Ibun
Kabupaten Bandung
Jawa Barat

Tel: 022-7806882, 7806883

Website: http://pge.pertamina.com


PT Indonesia Power - UBP Kamojang
Jl. Komplek Perumahan PLTP Kamojang
Kecamatan Samarang - 44101
Kabupaten Garut
Jawa Barat

Tel: 022-7805475-7814478
Fax: 022-7801013

Website: www.indonesiapower.co.id

Kamojang: Bandung atau Garut ?

Yang salah kaprah menyebut Kamojang berada di Garut bukan cuma Presiden Jokowi. Berbagai media pun ikut latah menyebutnya ada di Garut. Kecuali tentu saja, media tuan rumah, yakni harian Pikiran Rakyat dan Tribun Jabar, yang dengan fasih menyebut PLTP Kamojang Unit 5 berada di wilayah Kabupaten Bandung.

Tak cuma pemerintah pusat, Pemrov Jawa Barat pun masih sering salah sebut. Dinas Pariwisata Jabar juga lebih suka mempromosikan obyek wisata Kawah Kamojang sebagai berada di Garut. Kawah Kamojang sendiri merupakan 'nama kolektif' bagi belasan kawah yang ada di sana: Kawah Hujan, Kawah Kereta Api, Kawah Nirwana, Kawah Manuk, Kawah Cibuliran, dan Kawah Kamojang sediri. Konon, yang paling banyak diminati adalah Kawah Hujan dan Kawah Kereta Api. Kawasan wisata ini biasa didatangi dari arah Kecamatan Majayalaya dan Kecamatan Paseh (Kabupaten Bandung), dan dari Kecamatan Samarang (Kabupaten Garut).

Ada kawah Kamojang tak berarti ada Gunung Kamojang. Begitu juga dengan kawah Darajat. Orang geologi lebih suka menyebutnya sebagai kawah yang berada di jalur pegunungan vulkanik di Selatan Jawa Barat, khususnya antara Gunung Patuha (PLTP Patuha dan PLTP Wayang Windu, Kabupaten Bandung) dan Gunung Guntur (Kabupaten Garut).