Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Pasar Pasalaran, Pasar Becek dan Pasar Politik Cirebon

Senin, 02 September 2013 16:00:37
photo: centhini/indoplaces

Dulu kita akrab dengan sebutan 'Mantri Pasar'. Sekarang kita harus akrab dengan sebutan 'Menteri Pasar'. Soalnya, sejak Marie E Pangestu jadi menteri perdagangan di Kabinet Indonesia Bersatu jilid I, selain berkoar soal ekonomi kreatif, dia juga getol bersuara soal revitalisasi pasar tradisional. Urusan 'pasar becek' yang dulu jadi domain pemda, kini jadi urusan menteri. Penerus Marie di KIB jilid II hasil reshuffle pun masih menjalankan kebijakan yang sama, dan kini rajin muncul di televisi menyuarakan 'orang pasar', atau blusukan mengecek harga jengkol. Pencitraan menjelang Pilpres 2014, kata sejumlah kritik.

Pasar Pasalaran termasuk dalam barisan pasar yang direvitalisasi. Bahkan, pasar yang berada tak jauh dari Cirebon Square ini, dijadikan satu dari 20 pasar percontohan bagi keseluruhan 79 pasar tradisional yang direvitalisasi di 53 kabupaten dan kota di Indonesia. Seluruh pasar ini direvitalisasi pada 2012 dengan anggaran Tugas Pembantuan Kementerian Perdagangan Tahun 2012 sebesar Rp 400 miliar. Adapun parameter pasar percontohan adalah: bersih, sehat, nyaman dan harga stabil.

Januari lalu, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri (PDN) Gunaryo menjenguk Pasar Pasalaran dan melihat kesibukan rehabilitasi. Dia bercerita bahwa pasar di Kecamatan Weru ini kebagian dana revitalisasi sebesar Rp 5 miliar. Karena sekedar revitalisasi, pasarnya tak dirombak total. Dana tadi hanya untuk perbaikan berupa atap, drainase, plesteran dan keramik. Setelah direvitalisasi, Gunaryo yakin omzet para pedagang akan meningkat.

Pasar Pasalaran memiliki lahan seluas 9.290 meter persegi. Lahan yang dipakai untuk kios mencapai 2.862 m2, lahan los 2.376 m2, dan lahan penunjang 149 m2. Pasar ini memiliki 328 kios dan 648 los dengan 1.299 pedagang, 3 MCK, 1 kantor pasar, 1 koperasi, 1 mushola, 2 area tempat parkir, 1 TPS.

Peta & Citra Satelit

Pasar Pantura

Pasar Pasalaran
Jalan Raya Pantura (Plered-Cirebon)
Kecamatan Weru
Kabupaten Cirebon
Jawa Barat





Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Cirebon
Jl. Sunan Kalijaga No.10
Kecamatan Sumber
Kabupaten Cirebon

Tel: 0231-321073. 321495
Fax: 0231-321025

Pasar Becek jadi Pasar Politik

Di mana pun, setiap kali ada pasar direhabilitasi, direnovasi, atau dibangun ulang, pasti selalu terjadi ribut-ribut. Tak terkecuali di Pasar Pasalaran. Awal September 2012, menjelang pelaksanaan revitalisasi Pasar Pasalaran, para pedagang sempat melakukan aksi merobohkan pagar pasar. Keributan dengan aparat Satpol PP pun tak terhindarkan. Kapolres Cirebon AKBP Hero H. Bachtiar pun sampai harus turun tangan meredakan suasana.

Tak cuma di lapangan, kisruh pun kabarnya merembes ke jagad politik lokal. Kalangan wakil rakyat asal PDIP menengarai ada pihak lain yang tak ingin revitalisasi pasar sukses, karena kalau sukses akan mengangkat citra pimpinan daerah yang berasal dari PDIP. Terlebih karena tahun depan akan berlangsung Pilkada di Kabupaten Cirebon.

Mungkin demi menghindari catut-mencatut pasar oleh parpol tertentu, maka setelah rehabilitasi selesai, di gerbang Pasar Pasalaran sekarang di beri tulisan besar-besar yang menandai kalau pasar itu dipugar bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan. Tapi, apa mau dikata, parpol tak mengkaim, tapi tokoh non parpol kini rajin muncul di televisi dengan menampilkan dialog dirinya dengan pedagang pasar, mengecek harga jengkol, atau bervideo dengan latar belakang suasana pasar tradisional.

Berhasil atau tidak parpol dan tokoh 'menggaet suara orang pasar' untuk mensukseskan pilbup atau pilpres, masih harus ditunggu lama. Yang jelas, di level pemilihan gubernur, rasanya kurang berhasil. Wagub Jabar Dede Yusuf Macan Effendi, yang menyempatkan diri mengunjungi Pasar Pasaralan pada Januari lalu, sehari setelah kedatangan Dirjen PDN, akhirnya kalah juga dalam pilkada Jabar 2013.

Yang juga tidak mau kalah dalam blusukan ke pasar-pasar adalah IKPPI, alias Ikatan Pedagang Pasar Indonesia. Awal Februari 2013, IKPPI melakukan kunjungan ke berbagai pasar tradisional di Pulau Jawa, termasuk ke Pasar Percontohan Palaran. Tujuannya tak lain untuk menyiapkan bahan masukan bagi RUU Perdagangan yang masih terus digodok DPR-RI.