Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Cihampelas: Dari Sentra Jeans ke Gurita Kagum Hotel
Sabtu, 22 Desember 2012 11:26:51
photo: che/indoplaces
Siapa tak kenal Sentra Jeans Cihampelas. Mulai muncul pada 1987, pusat belanja celana dan busana jeans ini terus eksis hingga sekarang. Sebagian orang menganggap pesonanya sudah pudar. Sebagian lagi amat yakin prospeknya masih luar biasa. Pemerintah Kota Bandung termasuk yang yakin, dan menjadikannya salah satu dari 7 sentra wisata bisnis yang akan dioptimalkan pada 2013. Dan yang pasti juga yakin tentulah Kagum Group: konglomerasi bisnis yang besar dari Cihampelas berkat kesuksesannya menghadirkan belasan toko jeans bernuansa superhero: Superman, Spiderman, Batman, Hulk, Rambo, dkk.

Rentetan toko jeans bernuansa superhero memang tak termasuk dalam barisan pelopor toko jeans di Jalan Cihampelas, Bandung. Jaringan toko milik Henry Husada, pengusaha etnis Tionghoa, itu baru hadir pada 1991 lewat toko jeans pertama bernama Korek Api. Adapun yang termasuk barisan awal adalah toko Sapu Lidi dan IBC. Dan sejak era awal itu, aneka toko jeans di sana terus hadir dengan tampilan unik ala Dunia Fantasy: mulai dari bangunan berdesain perahu, pesawat, sampai yang bersosok superhero ala jaringan toko Korek Api. Jumlah pasti toko jeans yang bertebaran di sana tidaklah begitu jelas. Mungkin sampai ratusan. Yang pasti, keluarga besar Korek Api --yang kini menyebut diri sebagai Kagum Group, singkatan dari 'Korek Api Guna Mandiri'-- punya tak kurang dari 16 toko jeans dan factory outlet di Cihampelas. Adapun toko jeans yang tercatat sudah gulung tikar antara lain Ultraman, Maharani, dan Kupu-kupu.

Sentra Jeans Cihampelas menikmati masa keemasan lumayan panjang. Setidaknya sepanjang dasawarsa 1990-an. Di masa jaya itu, konon satu toko bisa bisa mendapatkan omzet Rp 200 juta. Di penghujung 2011, omzet sudah turun hingga Rp 25 juta, kata Sugianto Nangolah, mantan pedagang kaki lima yang sekarang punya 6 toko jeans dan busana di Jalan Cihampelas dan Padjajaran. Selain sebagai pengusaha, sosok yang satu ini sekarang juga jadi anggota Komisi I DPRD Jawa Barat dari Partai Demokrat (2009-2014).

Berlalunya masa keemasan toko jeans tak lain lantaran mulai datangya era factory outlet (FO) di Bandung. Dimulai dari kawasan Cihampelas pula, FO lantas menebar ke Jalan Riau, Juanda (Dago), dan akhirnya seantero Bandung. Siapa yang berjaya di era FO? Ternyata Henry Husada dan Kagum Group juga. Henry sendiri lebih suka menyebut jaringan toko jeansnya di Cihampelas sebagai FO. Totalnya, Hendry punya tak kurang dari 24 factory outlet yang tersebar di Cihampelas, Riau, dan Dago. Ada juga yang menyebut angka 33 outlet fesyen dan FO. Walhasil, Henry Husada pun kini kerap disebut sebagai Raja FO.
Yang namanya usaha dan sentra bisnis pastilah ada pasang surutnya. Karenanya setiap usaha dan sentra bisnis perlu selalu dibikin up-to-date, selalu direvitalisasi. Pemerintah Kota Bandung pun menyadari hal itu. Karenanya, selain mengakomodasi perkembangan yang ada, Pemkot Bandung selalu berusaha menyuntikkan darah segar bagi Sentra Jeans Cihampelas. Pada 2007, misalnya, Pemkot Bandung menyuntikan dana Rp 11,8 miliar untuk merevitalisasi 5 sentra industri di kota Bandung. Kelimanya adalah: Sentra Industri Sepatu Cibaduyut, Sentra Industri Kaos Jalan Suci, Sentra Industri Rajut Binongjati, Sentra Industri Tekstil Cigondewah, dan Sentra Industri Jeans Cihampelas. Kata industri dalam istilah sentra itu mencakup pula makna perdagangan.

Lima tahun sudah berlalu dan semua sentra industri itu masih terus berkibar. Maka, pada 2012 ini, Pemkot Bandung kembali mencanangkan program revitalisasi. Akan dimulai pada 2013, program revalitasi itu diperluas menjadi revitalisasi 7 sentra industri. Kelima sentra industri yang sudah direvalitasi pada 2007 kembali masuk program revitalisasi yang baru. Adapun dua sentra industri yang baru masuk dalam daftar adalah Sentra Industri Tahu & Tempe Cibuntu dan Sentra Industri Boneka Sukamulya (Sukajadi).

Selain ketujuh sentra industri yang sudah pasti direvitalisasi tadi, Pemkot Bandung masih punya banyak sentra industri lainnya, yang juga sekaligus sentra perdagangan dan sentra wisata. Semua sentra industri ini berada di bawah kendali Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan Kota Bandung. Detail masing-masing sentra industri bisa disimak langsung di www.sentraindustribandung.com



Sentra industri di Bandung:
  1. Sentra Industri Rajut Binongjati
  2. Sentra Industri Rajut Margasari
  3. Sentra Industri Pakaian Bayi Hantap
  4. Sentra Industri Pakaian Anak Pagarsih
  5. Sentra Industri Tas Kebon Lega
  6. Sentra Industri Jeans Cihamplelas
  7. Sentra Industri Pakaian Jadi Cigondewah
  8. Sentra Industri Produk Tekstil Cigondewah
  9. Sentra Industri Sepatu Cibaduyut
  10. Sentra Industri Sablon Kaos Suci
  11. Sentra Industri Telur Asin Derwati
  12. Sentra Industri Ikan Pindang Cijaura
  13. Sentra Industri Opak Cigondewah
  14. Sentra Industri Roti Kopo
  15. Sentra Industri Tahu Cibuntu
  16. Sentra Industri Tempe dan Oncom Situ Saeur
  17. Sentra Industri Gorengan Tempe Leuwi Panjang
  18. Sentra Industri Kerupuk Palembang Madesa
  19. Sentra Industri Boneka Warung Muncang
  20. Sentra Industri Boneka Sukamulya
  21. Sentra Industri Knalpot Sadakeling
  22. Sentra Industri Suku Cadang Kiaracondong
  23. Sentra Industri Oven Cimindi
  24. Sentra Industri Sikat dan Sapu Cibiru
  25. Sentra Industri Kasur Cigondewah
  26. Sentra Industri Peralatan Dapur Warung Muncang
  27. Sentra Industri Percetakan Pagarsih
  28. Sentra Industri Bengkel Las & Bubut Jalan Bogor
  29. Sentra Industri Las Ketok Karasak
  30. Sentra Industri Kusen Astana Anyar
Korek Api Jeans merupakan cikal bakal Kagum Group. Toko jeans di Jalan Cihampelas No. 168 ini didirikan Henry Husada pada 1991, setelah ia gagal berbisnis mebel. Tapi toko di sisi kiri Jalan Cihampelas ini pun --di sebelah pintu masuk Cihampelas Walk dan Hotel Sensa-- bukan toko jeans-nya yang pertama. Dua tahun sebelumnya ia sudah buka toko dengan nama sama, seluas 40 meter persegi, di sisi kanan jalan Cihampelas. Hanya saja, kata Henry Husada, ''Saya hanya menjadi penonton orang jualan'' alias tak laku. Penyebab ketidaklakuan itu ternyata kebiasaan orang untuk parkir mobil di sisi kiri jalan.

Sekedar info: sedari dulu, entah kapan persisnya, Jalan Cihampelas memang jalan satu jalur, dari arah utara ke selatan. Arus jalan sebaliknya, selatan-utara, menggunakan jalan yang sejajar di sebelah timurnya (sebelah kiri kalau di peta): Jalan Cipaganti.

Kepindahan ke toko di sisi kiri Jalan Cihampelas ternyata memang membawa sukses. Satu demi satu, toko jeans milik Henry terus bertambah, baik membangun dari awal maupun mengakuisisi toko lain. Agar tampil beda, Henry mendekor tokonya dengan tampilan sosok superhero dari dunia komik: Superman, Spiderman, Batman, Hulk, Ironman, dan Super Rambo.

Toko jeans dan kaos Batman menempati bangunan yang sama dengan Korek Api Jeans. Oktober 2011, Korek Api Jeans kedatangan tamu tak diundang. Pada pukul 8 pagi, sejumlah maling mampir dan menggondol pakaian dan celana jeans yang ada di toko. Ditaksir, jumlah kerugian mencapai Rp 200 juta.

Ketika pada pertengahan 1990-an hingga awal tahun 2000 kota Bandung mulai dilanda demam factory outlet (FO), Henry juga tak mau ketinggalan. Ia membuka sejumlah FO di Cihampelas dan kasasan FO utama lainnya: Jalan Riau (RE Martadinata) dan Jalan Dago (Juanda). Ia sendiri lebih senang menyebut semua tokonya --termasuk toko jeans-- sebagai FO. Walhasil, total FO-nya, dalam perbincangan dengan majalah Marketing, ada 24 buah. Atau mungkin lebih banyak lagi karena dalam obrolannya dengan Seputar Indonesia, ia menyebut punya 26 outlet fesyen dan 7 FO. Dan pada tahun 2000 pula, Henry secara resmi membentuk Kagum Group untuk menyatukan seluruh FO-nya. Nama 'Kagum' merupakan singkatan dari nama perusahaannya PT Korek Api Guna Mandiri.

Pada 2005, Konferensi Asia Afrika kembali digelar di Bandung. Jika pemerintah menyongsongnya dengan persiapan konferensi dan penyelesaian jalan tol Cipularang (Cikampek-Purwakarta-Padalarang), Kagum Group sibuk menyiapkan bisnis barunya: perhotelan. Maka pada 2005 pun hotel pertama Kagum Group dibuka dan suksess: Hotel Grand Serela di Jalan RE Martadinata.

Di tahun-tahun berikutnya, nama Kagum Group makin terdengar nyaring lantaran satu demi satu hotel terus dihadirkan. Sekarang, Kagum Group tercatat memiliki 9 hotel di Bandung, 4 di Bali, dan 1 di Klaten. Juga karena menghadirkan 4 apartemen di Bandung dan 1 di Jakarta. Belakangan, untuk menjemput wisatawan Malaysia ke Badung, Kagum Group juga membeli pesawat dan mendirikan Heritage Air. Perusahaan penerbangan charter ini melayani rute Bandung–Malaka dan Bandung-Kuala Trengganu, tiga kali seminggu.

Sejak 2010, Henry Husada tak lagi sendirian mengurus kerajaan jeans, FO, dan hotelnya. Ia mengandeng dua bidadari untuk ikut mengelola. Siapa? Ternyata, dua orang putrinya: Rena Luciani Husada & Resti Stephanie Husada. Sang kakak, Rena, kebagian tugas mengelola hotel, sementara sang adik menangani bisnis jeans, FO, dan fashion lainnya.

Link: www.kagum-hotel.com
Places TerdekatKm
Cihampelas: Dari Sentra Jeans ke Gurita Kagum Hotel 0,000
Cihampelas Walk, Ciwalk, Bandung 0,061
De Arum Manis Factory Outlet, Cihampelas, Bandung 0,208
Balubur Town Square, Bandung 0,698
Institut Teknologi Bandung, Ganesha, Bandung 0,702
Masjid Salman ITB, Ganesha, Bandung 0,777
Kawasan Nuklir Bandung - Triga 2000 0,784
Pepper Lunch, Steak Cepat Saji ala Jepang 1,046
Paris Van Java Mall 1,070
Lacoste, Buaya Hijau di Paris van Java 1,092
Hotel TerdekatKm
Puma Hotel, Kota Bandung 0,042
Sensa Hotel, Cihampelas Walk, Kota Bandung 0,104
Nyland Pasteur Hotel, Kota Bandung 1,865
Vue Palace Hotel, Kota Bandung 2,106
Topas Galeria Hotel, Kota Bandung 2,248
eL Royale Hotel Bandung, Kota Bandung 2,479
Gino Feruci Kebonjati Hotel, Kota Bandung 2,551
Supratman Hotel, Kota Bandung 2,631
Mitra Hotel, Kota Bandung 2,690
The Jayakarta Bandung Boutique Suite Hotel & Spa, Kota Bandung 3,098
Berita Jawa Barat
Pemkot Bekasi Batal Berikan Dana Hibah Pendidikan ke Jawa Barat
Kuda Nil Kerdil Lahir di Taman Safari Indonesia
Besok, Kebun Raya Bogor Berumur 2 Abad
Bogor Canangkan Sekolah Ibu di 6 Kecamatan
Pemkot Bekasi Alokasikan Beasiswa Rp 2 Miliar Bagi yang Masuk Unpad
Pabrik AMDK Le Minerale di Pandeglang Tolok Ukur Masuknya Investor Lain
Ahok Dipindahkan ke Markas Brimob Kelapa Dua Depok
Gubernur Sulawesi Selatan Minta Eksekusi Asrama Mahasiswa di Bogor Ditunda
Menhub: Pembangunan 'Kanal Cikarang Bekasi Laut' Kurangi Beban Jalan Raya
Wali Kota Sukabumi Laporkan 4 Akun Facebook ke Polisi