Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

RSU Pengayoman, Penjara Cipinang

Rabu, 03 Januari 2018 18:05:09
photo: che / indoplaces

Kerusuhan serius pernah melanda Lapas Cipinang pada 2001. Dan karena waktu itu statusnya masih 'penjara satu atap', atau belum dipisah menjadi Lapas Kelas I Cipinang dan Rutan Kelas I Cipinang seperti sekarang, kerusuhan dikabarkan melibatkan baik narapidana maupun tahanan. Tingkat rusuhnya kabarnya cukup serius. RS LPK Cipinang, atau Rumah Sakit Lapas Kelas 1 Cipinang, ludes terbakar. Buntutnya, selama 7 tahun berikutnya, sejak rusuh hingga 2008, layanan kesehatan bagi napi dan tahanan mesti dilangsungkan di bangsal perawatan sementara. Kemenkumham tak punya duit?

Kementerian Hukum dan Ham tentu punya dana untuk membangun ulang rumah sakit penjara Cipinang. Terbukti, mulai 2005 RS LPK Cipinang akhirnya mulai dibangun lagi dan akhirnya bisa rampung pada 2007. Setahun kemudian, 2008, barulah layanan di bangsal perawatan sementara dipindahkan ke gedung baru. RS LPK Cipinang bangkit kembali? Ternyata masih perlu waktu. Juga karena rumah sakit itu tak lagi ingin hadir kembali dengan sosok seperti dulu. RS LPK Cipinang ingin hadir sebagaimana umumnya RS normal lainnya: memberi layanan tak hanya kepada napi dan tahanan, tapi juga kepada masyarakat luas. Juga, RSU Pengayoman ingin jadi rumah sakit rujukan bagi klinik-klinik yang ada di Lapas dan Rutan lain di lingkungan Kemenkumham.

Rumah Sakit Umum (RSU) Pengayoman pun lantas dipilih menjadi nama bagi rumah sakit versi baru itu. Persiapan ke arah itu dilakukan mulai 2008 dengan merekrut 93 orang PNS untuk RS. Tapi progresnya terbilang slow. Sampai akhirnya, pada Februari 2011, Sekjen Kemenhkumham harus mengeluarkan keputusan pembentukan Tim Percepatan Operasional RSU Pengayoman. Pada Desember 2011, barulah Menteri Kumham berkenan mengeluarkan peraturan tentang Organisasi dan Tata Kerja (ORTA) Rumah Sakit Pengayoman Cipinang. Setelah ada ORTA, barulah Kementerian Kesehatan mau menetapkan RSU Pengayoman Cipinang sebagai Rumah Sakit Umum kelas D.

RSU Pengayoman, yang berstatus UPT Kantor Wilayah Kemenkumham DKI Jakarta, langsung bisa beroperasi? Tidak juga. Masih perlu izin operasional dari institusi tingkat DKI Jakarta pula. Dan akhinya memang didapat. Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta akhirnya mengelaurkan SK Nomor 2029 Tahun 2013 Tentang Izin Operasional Tetap Rumah Sakit Umum Pengayoman Cipinang. Meski begitu, Menkumham Amir Syamsuddin sudah berkenan meresmikan pengoperasional RSU Pengayoman pada 2012.

Peta & Citra Satelit

Penjara Cipinang

RSU Pengayoman
Jl. Raya Bekasi Timur No. 170 B
Kelurahan Cipinang Besar Utara
Kecamatan Jatinegara
Jakarta Timur

Tel: 021-3315370
Fax: 021-85914558

Website: www.rspengayoman.com


Link:
Rutan Kelas I Cipinang - www.rutancipinang.info
Lapas Kelas II A Jakarta - www.lapas-narkotikajkt.com
Kanwil Kemenkumham DKI Jakarta - www.kumham-jakarta.info

Pusat Rehab Narkotika

Setahun lebih setelah meresmikan pengoperasian RS Umum Pengayoman, Menkumham Amir Syamsuddin, Januari 2014, berkenan mengunjungi lagi rumah sakit yang berada di kompleks penjara Cipinang. Meresmikan fasilitas baru? Naik status? Tidak juga. Kedatanganya hanya kunjungan biasa. Ia juga mengakui bahwa rumah sakit itu masih punya amat banyak kekurangan. Meski begitu, ia sempat juga membisikkan kalau RS Umum Pengayoman berpeluang memberikan layanan kesehatan yang lebih spesifik: menjadi pusat rehabilitasi narkotika. Khususnya bagi narapidana yang berasal dari Lapas Narkotika Kelas II A Jakarta, yang kebetulan tepat berada di samping kiri RS, atau di sebelah barat kompleks penjara Cipinang.

Bisikan Amir Syamsuddin ternyata mewujud. Pada 19 Mei 2014, bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN), RS Umum Pengayoman resmi mengoperasikan ''Unit Layanan Rehabilitasi Pengguna Murni Narkotika''. Unit ini dilengkapi dengan SDM terlatih sebanyak 17 orang (7 orang dokter, 8 orang perawat, 1 orang psikolog, dan 1 orang fisioterapis).

Tahun berganti, RSU Pengayoman sudah makin maju? Kalau diukur dari standar rumah sakit umum, mungkin tak terlalu maju. Meski begitu, RS penjara ini terus mengembangkan layanan spesifik atau layanan yang jarang ditemui di RS lain. Selain unit rehabilitasi BNN tadi, kata Kepala RSU Pengayoman dr. Danial Rasyid, MPH, rumah sakitnya mengembangkan beberapa unit layanan yang terbilang langka: unit layanan TB-MDR (Tuberculosis Multi Drug Resisten), layanan HIV-AIDS, dan layanan Rehabilitasi Medik dan Sosial bagi korban penyalahguna Narkoba, alias RS IPWL (instansi penerima wajib lapor) Kementerian Kesehatan.

Soal fisik rumah sakit, yang diapit Rutan Kelas 1 Cipinang di sebelah kanan dan Lapas Narkotika Kelas IIA Jakarta di sebelah kiri, masih belum banyak berubah. Pada intinya, RSU Pengayoman punya 2 bangunan utama. Gedung I, berada di bagian depan, dipakai untuk perkantoran, ruang layanan rawat jalan, dan ruang rawat inap pasieun umum ( 88 tempat tidur). Gedung II, yang berada di belakang, diperuntukkan untuk layanan dan rawat inap para narapidana dan tahanan (100 tempat tidur). Akses keluar dan masuk Gedung II ini dibuat sama ketatnya dengan aturan keamanan rutan dan lapas di kompleks penjara Cipinang.

Hotel Bagus di Jakarta