Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Ratu Prabu 1, PT Ratu Prabu Energi Tbk
Rabu, 08 Oktober 2014 19:01:10
photo: che/indoplaces
Nama gedungnya Ratu Prabu 1. Pemiliknya PT Ratu Prabu Energi Tbk. Perusahaan publik ini diperdagangan di bursa efek dengan sebutan singkat ARTI. Nama pendeknya tak senafas dengan nama panjangnya. Maklumi saja. Soalnya nama pendek itu singkatan dari nama lamanya: PT Arona Binajejati Tbk (2003). Dalam wujudnya yang lama, dia adalah perusahaan furniture yang punya pabrik di Cileungsi. Adapun sosok barunya, yang dimulai pada 2008, adalah perusahaan di sektor energi. Tepatnya, jasa pendukung bisnis tambang minyak dan gas. Usaha kongkritnya antara lain rental rig atau anjungan lepas pantai, beserta perlengkapan pengeboran.

Tak hanya sebagai pemilik, PT Ratu Prabu Energi juga menjadikan Ratu Prabu 1 sebagai kantor pusatnya. Ia menempati lantai 9 di gedung 10 lantai yang berdiri di atas lahan seluas 3.500 meter persegi ini. Lantai lainnya disewakan sebagai ruang perkantoran kepada banyak pihak. Sebagai gedung perkantoran, Ratu Prabu 1 disebut beralamat Jl. TB Simatupang. Namun alamat riil lahannya, yang bertetanggaan dengan gedung Toyota Auto 2000 di samping timur, adalah Jl. Jeruk Purut No. 23. Adapun yang jadi pengelola gedung adalah PT Lekom Maras, anak perusahaan utamanya, yang juga menjalankan segala macam usaha jasa tambang migas.

Ratu Prabu 1, seperti bisa ditebak dari namanya, tidaklah hadir sendirian. Ada pula gedung Ratu Prabu 2. Lokasinya sekitar 500 meter di sebelah baratnya, di lahan terpisah, bertetanggaan dengan Menara 165 dan Graha Elnusa. Sang adik sosoknya lebih besar dan lebih jangkung (14 lantai). Kelak juga akan ada Ratu Prabu 3, yang akan dibangun di samping barat Ratu Prabu 2. Juni 2014 dipaparkan bahwa proyek di atas lahan seluas 9.200 meter persegi itu akan dibangun dalam waktu dua tahun dan menelan biaya Rp 1,9 triliun. Tak hanya jadi gedung perkantoran, Ratu Prabu 3 juga akan jadi hotel dan apartemen mewah.

Rencana mengembangkan Ratu Prabu 3 bukan baru tahun ini dikumandangkan. Tahun lalu, April 2013, rencana itu juga sudah dipaparkan: Ratu Prabu 3 akan dibangun setinggi 37,5 lantai dan akan menjadi gedung tertinggi di Jalan TB Simatupang. Kalau mau menengok jauh ke belakang, gambar konstruksi Ratu Prabu 3 bahkan sudah ada sejak 2006. Yang membuatnya adalah PDW Architect. Sedangkan konsep desainnya dibuat OKA dari Perth, Autralia.

Kalau Ratu Prabu 3 kelak rampung, PT Ratu Prabu Energi Tbk berharap sumbangan bisnis properti ke pendapatan perusahaan bisa naik 10-15 persen. Sekarang berapa persen? Katanya, sepanjang 2013, sektor properti (Ratu Prabu 1 dan Ratu Prabu 2) menyumbang 18,49 persen dari total pendapatan perseroan. Sektor jasa migas masih jadi penyumbang terbesar: 75,58 persen. Sisanya, 5,89 persen, dari pendapatan lain-lain. Adapun nilai total pendapatan 2013-nya tercatat sebanyak Rp 404,54 miliar, atau turun dari tahun sebelumnya yang Rp 449,48 miliar.
PT Ratu Prabu Energi Tbk
Gedung Ratu Prabu 1, Lantai 9
Jl. TB Simatupang Kav. 20
(Jl. Jeruk Purut No. 23)
Kelurahan Cilandak Timur
Kecamatan Pasar Minggu
Jakarta Selatan - 12560

Tel: 021-78846221.
Fax: 021-78846219

Website: www.lekom-maras.com
Ratu Prabu 2 merupakan adik dari Ratu Prabu 1. Sang adik ukurannya lebih besar dan sosoknya lebih jangkung: 14 lantai. Selain itu, sang adik ditemani oleh gedung parkir setinggi 12 lantai yang berada di sebelah utara.

Citra satelit Google Earth edisi 20 Juni 2006 menampilkan sosok Ratu Prabu 2 masih dalam tahap konstruksi. Pada citra satelit setahun sebelumnya, lahan lokasinya masih terlihat berupa tanah merah. Gedung di sebelahnya, Wisma Raharja, sejak citra satelit November 2002, terlihat sudah eksis dan area parkirnya sudah dipadati mobil.

Adapun sang kakak, Ratu Prabu 1, pada citra satelit Google Earth edisi 11 Oktober 2002, bangunannya tampak sudah rampung, namun halaman sekitar gedung masih belum tertata rapi. Toyota Auto 2000, tetangga persis di samping timurnya, baru terlihat pengerjaannya pada Juni 2012 dan mulai terlihat sosok utuhnya pada September 2012.