Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Kodam Jaya - Kagak Ade Matinye
Minggu, 24 Juli 2011 16:45:51
photo: che/indoplaces
Indonesia sudah merdeka sejak 1945. Namun Jakarta, yang jadi ibukota, baru secara resmi diserahterimakan Belanda kepada Indonesia pada 1949. Atau setidaknya diserahterimakan secara militer dari militer Belanda ke pada tentara Indonesia. Penyerahan itu berlangsung pada 24 Desember 1949: tanggal yang kemudian ditetapkan sebagai hari jadi Kodam Jaya, atau dulu biasa disebut Kodam V/Jayakarta.

Ketika lahir namanya memang bukan Kodam Jaya. Labelnya ketika itu 'Basis Co Jakarta Raya', mirip dengan militer Belanda yang menyerahkan Jakarta: Basis Co Batavia en Emmolanden. Baru pada 1950 namanya diubah jadi Komando Militer Pangkalan Jakarta Raya (KMP Jakarta Raya), untuk kemudian diganti lagi jadi Komando Militer Kota Besar Djakarta Raya (KMKB-DR). Dan akhirnya, mulai 19 Januari 1960, dipakailah nama Kodam V/Jayakarta.

Mantan Pangdam Jaya pertama, Umar Wirahadikusuma, sempat tampil sebagai Wakil Presiden RI. Begitu juga mantan Pangdam Jaya ke-tujuh, Tri Sutrisno. Mantan Pangdam Jaya lainnya hanya sampai level Gubernur DKI dan Cawapres (Sutiyoso dan Wiranto).

Kodam Jaya punya moto 'Aneka Daya Tunggal Bhakti', yang bermakna beraneka macam kekuatan satu pengabdian. Dan kalau sekarang mampir ke websitenya, ada tambahan slogan nyeleneh: Kagak Ade Mati Nyee....
Markas Kodam Jaya
Jalan Mayjen Sutoyo No. 5
Cililitan
Jakarta Timur

Tel: 021-8093100

Website: www.kodam-jaya.mil.id
Pangdam Jaya kesatu Mayor Jenderal TNI Umar Wirahadikusuma, tahun 1960 s/d 1965
Pangdam Jaya kedua Mayor Jenderal TNI Amir Machmud, tahun 1965 s/d 1969
Pangdam Jaya ketiga Mayor Jenderal TNI Makmun Murod, tahun 1969 s/d 1970
Pangdam Jaya keempat Mayor Jenderal TNI Poniman, tahun 1970 s/d 1973
Pangdam Jaya kelima Mayor Jenderal TNI G.H. Mantik, tahun 1973 s/d 1977
Pangdam Jaya keenam Mayor Jenderal TNI Norman Sasono, tahun 1977 s/d 1982
Pangdam Jaya ketujuh Mayor Jenderal TNI Tri Sutrisno, tahun 1982 s/d 1985
Pangdam Jaya kedelapan Mayor Jenderal TNI Soegito, tahun 1985 s/d 1988
Pangdam Jaya kesembilan Mayor Jenderal TNI Suryadi Sudirja, tahun 1988 s/d 1990
Pangdam Jaya kesepuluh Mayor Jenderal TNI K. Harseno, tahun 1990 s/d 1993
Pangdam Jaya kesebelas Mayor Jenderal TNI A.M. Hendropriyono, tahun 1993 s/d 1994
Pangdam Jaya keduabelas Mayor Jenderal TNI Wiranto, tahun 1994 s/d 1996
Pangdam Jaya ketigabelas Mayor Jenderal TNI Sutiyoso, tahun 1996 s/d 1997
Pangdam Jaya keempatbelas Mayor Jenderal TNI Sjafrie Syamsoeddin, tahun 1997 s/d 1998
Pangdam Jaya kelimabelas Mayor Jenderal TNI Djadja Suparman, tahun 1998 s/d 1999
Pangdam Jaya keenambelas Mayor Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, tahun 1999 s/d 2000
Pangdam Jaya ketujuhbelas Mayor Jenderal TNI Slamet Kirbiantoro, tahun 2000 s/d 2001
Pangdam Jaya kedelapanbelas Mayor Jenderal TNI Bibit Waluyo, tahun 2001 s/d 2002
Pangdam Jaya kesembilanbelas Mayor Jenderal TNI A. Yahya, tahun 2002 s/d 2003
Pangdam Jaya keduapuluh Mayor Jenderal TNI Joko Santoso, tahun 2003 s/d 2004
Pangdam Jaya keduapuluhsatu Mayor Jenderal TNI Agustadi Sasongko Purnomo , tahun 2004 s/d 2006
Pangdam Jaya keduapuluhdua Mayor Jenderal TNI Liliek AS. Sumaryo, tahun 2006 s/d 2007
Pangdam Jaya keduapuluhtiga Mayor Jenderal TNI J. Suryo Prabowo, tahun 2008 s/d 2008
Pangdam Jaya keduapuluhempat Mayor Jenderal TNI Darpito Pudyastungkoro S.Ip, MM, tahun 2008 s/d 2010
Pangdam Jaya Keduapuluhlima Mayor Jenderal TNI Marciano Norman, tahun 2010 s/d 2011
Pangdam Jaya Keduapuluhenam Mayor Jenderal TNI Waris, tahun 2011 sampai dengan sekarang
Kodam Jaya berada di kawasan ramai Jakarta Timur, tepat di pintu keluar Tol Jagorawi. Dia bertetanggaan dengan kampus dan rumah sakit Universitas Kristen Indonesia (UKI). Area dan jalan raya di depan kampus UKI ini merupakan 'terminal bayangan Jakarta Timur', tempat menumpuknya bis yang berasal dan hendak ke Terminal Kampung Rambutan, hendak masuk ke tol Jagorawi, ataupun yang akan ke tol Jakarta-Cikampek. Karena jadi sumber kemacetan, wajar kalau prajurit Kodam Jaya terkadang ikut terjun mengatur lalu lintas di jalan raya di depan markas komandonya itu.
Banner merah-putih: Benteng Pancasila.
Tetangga TerdekatKm
Gedung Cawang Kencana, Gedung BII, Gedung SDSB 0,150
Bajaj - Dewi Sartika 0,851
Kompor Cawang: Pilih Bersumbu atau Disembur Gas 0,893
PT Hutama Karya 0,898
PT Waskita Karya Tbk 0,916
H Residence MT Haryono, Cawang, Jakarta Timur 0,916
Tamansari Hive Office Park, DI Panjaitan, Jakarta Timur 1,021
MTH Square, Cawang, Jakarta Timur 1,079
Patria Park Apartment & Office, Cawang, Jakarta Timur 1,242
Hino Indonesia, MT Haryono, Jakarta Timur 1,436
Indomobil Group, Wisma Indomobil, MT Haryono 1,466
STT Sapta Taruna, Sekolah Tinggi-nya PU 1,543
PT Brantas Abipraya (Persero) dan Underpass Cibubur 1,601
Menara Saidah 1,640
Wisma IKPT, MT Haryono, Jakarta Selatan 1,665
Hotel di Jakarta
TravellerS Hotel Jakarta, Pangeran Jayakarta
Hotel Tugu Asri, Tanah Abang
Hotel Banyuwangi Sintera, Pasar Baru
Gran Melia Jakarta, Kuningan, Jakarta Selatan
Dafam Teraskita Hotel, Cawang, Jakarta Timur
The Sultan Hotel & Residence, Senayan
Puri Denpasar Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan
Park Hotel, Hotel Pembangunan Perumahan
Hotel Setiabudi, Karet, Setiabudi
Harris Hotel - Tebet
Berita Jakarta
DPR: Wacana Pemindahan Ibu Kota RI ke Luar Jawa Tak Logis
Perumnas Bangun Rusun di Atas Pasar dan Stasiun Jakarta
Swiss-Belhotel Kelapa Gading Terbakar, Dua Tewas
Pulogadung Segera jadi Kawasan International Halal Hub
Ganjar: Ahok Janji Gaji Juara MTQ itu Salah Besar
Dishub DKI Siap Kandangkan 3.482 Armada Taksi Online yang Belum Uji KIR
Ahok Janji Gaji Juara MTQ Nasional Asal DKI
Jokowi Rombak Kabinet, Wiranto jadi Menko Polhukkam
KKP akan Kembangkan Pelelangan Ikan Muara Baru
Presiden Apresiasi TNI/Polri Lumpuhkan Kelompok Teroris Santoso