Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Kawasan Nuklir Pasar Jumat
Senin, 28 Maret 2011 13:48:44
photo: google earth
Kawasan nuklir. Keren kan istilahnya? Atau kalau mau lebih serem, diinggriskan saja: nuclear zone. Tak diketahui apakah ada UU atau PP tentang penggunaan istilah 'kawasan nuklir'. Kalau tentang 'kawasan berikat' sih ada. Ada-atau-tidak aturannya, yang jelas istilah itu dipakai oleh Badan Tenaga Nuklir (Batan) untuk menyebut 4 kawasan nuklir di pulau Jawa. Kawasan nuklir Pasar Jumat, Jakarta Selatan, adalah satunya.

Kalau Anda pernah main ke Stadion Lebakbulus, berarti Anda mampir ke tetangga Kawasan Nuklir Pasar Jumat. Di sanalah, di atas lahan seluas 20 hektar, yang tentunya sangat jauh lebih besar dari Stadion Lebakbulus, 'reaktor nuklir' Pasar Jumat hadir sejak 1966. Yang meresmikan siapa lagi kalau bukan satu-satunya presiden yang hobi nuklir: Presiden Suharto.

Sebutan 'reaktor nuklir' di atas diberi tanda petik karena dua (2) fasilitas nuklir yang ada di Pasar Jumat konon bukan merupakan reaktor nuklir sungguhan. Fasilitas pertama adalah Reaktor Iradiasi Gamma Cell Co-60, yang bentuknya mirip tabung gas 30 kg, tapi ukurannya 2 atau 3 kali lebih besar. Fasilitas ini yang diresmikan Soeharto pada 1966. Pada 1984, Pak Harto meresmikan lagi satu fasilitas nuklir di Pasar Jumat: Mesin Berkas Elektron 300 keV.

Beralamat di Jalan Lebakbulus Raya, markas 'reaktor nuklir' ini dulunya didirikan dengan nama Pusat Penelitian Tenaga Atom. Sekarang nama lembaga yang terpampang di sana adalah Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi (Patir), yang merupakan salah satu unit kerja Batan. Dan menurut leaflet Batan, selain Patir, di area 20 hektar tadi juga berkantor Pusat Teknologi Keselamatan dan Metrologi Radiasi, Pusat Pengembangan Geologi Nuklir, Pusat Pendidikan dan Pelatihan, serta Pusat Diseminasi Iptek Nuklir.


Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi
Jalan Lebakbulus Raya (d/h Jalan Cinere-Pasar Jumat)
Jakarta Selatan

Website: www.batan.go.id/patir/