Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara

Kamis, 28 Januari 2016 18:07:41
photo: biologi - univerrsitas gunung leuser

Memimpin sebuah kabupaten selama dua periode mungkin melelahkan. Karena itu, pada paruh terakhir 2015 lalu, Bupati Aceh Tenggara Ir H Hasanuddin Beruh MM pun mulai terlihat jarang ngantor. Padahal, bupati dua periode ini sempat dijuluki 'Bapak Pembangunan' karena amat getol membangun kabupatennya: termasuk membangun Masjid Agung At-Taqwa di Kutacane, yang disebut-sebut sebagai masjid termegah di Aceh. Capek? Sakit? Entahlah. Yang pasti, Indomaret kini masuk ke Aceh Tenggara. Tak disetujui bupati, tapi ternyata mendapat restu wakil bupati, jaringan waralaba minimarket ini sekarang bisa beroperasi di Aceh Tenggara.

Fakta bupati yang jarang ngantor dan fakta Indomaret masuk Agara --sebutan singkat bagi Aceh Tenggara-- mungkin tak saling berhubungan. Juga tak perlu dimaknai sebagai adanya 'pemanfaatan kevakuman kekuasaan' saat Pak Bupati malas masuk kantor. Lagipula, hubungan keduanya kabarnya memang baik-baik saja. Hubungan Bupati Hasanuddin Beruh dan Wakil Bupati Ali Basrah selalu oke-oke saja sejak mereka dilantik pada 24 September 2012. Bagi Hasanudin Beruh, pelantikan itu menjadi awal bagi kepemimpinan periode keduanya, yang akan berakhir pada 2017 mendatang. Adapun kali pertama, ia dilantik jadi bupati Agara pada 1 September 2007, berduet dengan Wakil Bupati Syamsul Bahri.

Kabar Bupati Agara malas ngantor menjadi 'official' pada September 2015 gara-gara Pak Bupati tak hadir dalam Sidang Paripurna DPRK Aceh Tenggara (sebutan lain untuk DPRD Aceh Tenggara) yang membahas Laporan Pertanggung-Jawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Aceh Tenggara Tahun Anggaran 2014. Tak kurang dari 2 tokoh lokal yang mengungkap secara resmi fakta bupati tak ngantor ini. Pada 29 September 2015, Ketua LSM SRDK Kasirin S.Ag yang mengungkapnya. Selain menyayangkan ketakhadiran bupati di Sidang Paripurna DPRK, ia menegaskan bahwa ketidakhadiran bupati di kantor selama 'setahun terakhir' telah mempersulit masyarakat dalam bermacam urusan.

Dengan nada lebih lunak, pada 29 September 2015, Jamudin Selian, Ketua Fraksi Partai Hanura DPRK Aceh Tenggara, juga menyayangkan keabsenan bupati selama 'sebulan terakhir' di masa akhir jabatannya. Menurutnya, Pak Bupati mestinya tetap rajin ngantor karena masih digaji dengan uang rakyat. ''Kenapa di penghujung jabatannya, bupati yang notabene dikatakan sebagai 'bapak pembangunan' di masyarakat Aceh Tenggara, jarang masuk kantor?'' tanya Jamudin.

Soal ke-bapak-pembangunan-an Bupati Hasanuddin Beruh, Jamudin Selian tak sungkan mengakuinya dan mau mengacungkan jempol. Gedung DPRK Aceh Tenggara yang megah dan bertingkat adalah buah karya sang bupati. Begitu juga dengan Mesjid Agung At-Taqwa yang indah, di ibukota Kutacane, yang bisa menampung 5.000 jemaah. Juga, jalan-jalan dari kota hingga ke desa-desa sudah mulus semua.

Kalau mau, bisa ditambahkan satu lagi sumbangsih Pak Bupati, yakni gedung tempat Jamudin dan Kasirin menumpahkan unek-uneknya tadi: Gedung Kantor PWI Aceh Tenggara. Karena menjadi satu-satunya bupati yang pernah membangun gedung kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), pada peringatan Hari Pers Nasional Juli 2015 lalu, ia pun mendapat penghargaan dari PWI Aceh dan PWI Pusat.

Tahun sudah berganti, Hasanuddin Beruh masih malas ngantor juga? Mungkin tidak. Di awal tahun, ia hadir dan memimpin apel perdana di halaman kantor Bupati. Bupati yang memulai karir sebagai ASN atau PNS golongan II/a, alias sebagai tukang ketik, ini pun tak lupa menyampakan pidato upacara yang seolah menyindir dirinya sendiri: ''mengajak untuk intropeksi diri sendiri, apakah pada tahun lalu --selaku Aparatur Sipil Negara (ASN)-- sudah bekerja dengan baik dalam menjalankan amanah?''

Sepekan kemudian, Hasanuddin Beruh pun unjuk gigi. Ia berang kepada Kepala Kantor P2TSP ( pelayanan Perijinan Terpadu Satu Pintu ) Sahibul Rawi yang telah menerbitkan ijin beroperasinya Indomaret di Jalan Iskandar Muda, Kutacane, yang disebut-sebut milik oknum angota DPRK berinisial JD. Ia bilang Sahibul Rawi tak pernah memberitahunya, dan karenanya ia minta supaya Indomaret itu segera ditutup. Kehadiran Indomaret itu menurutnya tak sejalan dengan kerja keras pemkab memajukan ekonomi mikro, lewat revitaliasi pasar-pasar di Kutacane yang menelan dana Rp 9 miliar, serta miliaran rupiah lagi untuk pembangunan 250 Kios Duafa.

Lantas, siapa yang memberi restu kehadiran Indomaret? Tanpa ragu, Sahibul Rawi bilang kalau ia meneken izin operasional Indomaret atas restu Wakil Bupati Ali Basrah.

Kecolongan? Makanya: Ngantor.

Peta & Citra Satelit

Kantor Bupati Agara

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara (Agara)
Jl. Iskandar Muda No. 4
Kota Kutacane
Kecamatan Babussalam
Kabupaten Aceh Tenggara
Aceh

Tel: 062921029
Fax: 062921030

Website: www.acehtenggarakab.go.id

Kecamatan di Aceh Tenggara

Kecamatan di Kabupaten Aceh Tenggara:
  1. Babul Makmur
  2. Babul Rahmah
  3. Babussalam
  4. Badar
  5. Bambel
  6. Bukit Tusam
  7. Darul Hasanah
  8. Deleng Phokisen
  9. Ketambe
  10. Lawe Alas
  11. Lawe Bulan
  12. Lawe Sigala-gala
  13. Lawe Sumur
  14. Leuser
  15. Semadam
  16. Tanah Alas