Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Selabintana Hotel & Conference Resort, Kabupaten Sukabumi

Sabtu, 03 Maret 2018 19:38:33
photo: selabintana hotel / google street view

Kalau ada rombongan kantor, atau rombongan apapun, menggelar 'gathering' di Selabintana, Kabupaten Sukabumi, biasanya yang dimaksud adalah tempat yang satu ini. Selabintana Hotel & Conference Resort. Mungkin gathering-nya, atau outbond-nya, tidak di hotelnya, tapi digelar di area taman wisata atau hamparan rumput dan hutan yang menjadi bagian dari hotel yang punya lahan hijau seluas 15 hektar. Dan yang pasti, ketika 'orang kebanyakan' menyebut Selabintana, yang dirujuk biasanya kawasan hotel ini, yang sudah hadir dan bertahan sebagai hotel sejak jaman Hindia Belanda: 1918.

Selabintana Hotel & Conference Resort, yang berada di kaki Taman Nasional Gede Pangrango, sekarang tampil baru sejak ada pergantian manajemen pada 2012. Secara fisik mungkin tak terlihat banyak perubahan. Tapi logo sang hotel kini sudah berubah, yang kini menonjolkan huruf A lancip pada kata 'SelAbintana'. Hotelnya sendiri masih seperti dulu, 143 kamar, yang tersebar di bangunan hotel, maisonnette, villa dan bungalow. Jika ingin merasakan suasana tempo dulu, para tamu mesti menikmati kamar yang ada di bangunan non-hotel, yang sosoknya berupa rumah-rumah berarstitektur zaman Belanda.

Pasca zaman Hindia Belanda, Hotel Gand Selabintana, nama yang dipakai mulai 1941, terus beralih tangan, terutama dari militer ke militer, mulai dari menjadi markas militer Jepang sampai ke markas militer lokal. Pada Maret 1953, namanya diganti menjadi Hotel Pariwisata Selabintana, dan menjadi milik PT Perusahaan Dagang Selabintana. Satu dasawarsa kemudian, 1962, hotel ini beralih menjadi milik CV Harapan Cimahi Bandung. Setahun kemudian hotel itu dibeli keluarga Ibu Rr Tety Koestini, dipugar, ditambah bangunan hotelnya, dan akhirnya kembali dibuka untuk umum. Pada 1967, kepemilikannya beralih lagi ke tangan seorang perwira TNI-AU benama Wirianata, asal Bandung.

Hingga awal 1970-an, hotel ini masih sepi, karena jalannya belum bagus dan areanya masih penuh semak-semak. Baru mulai tahun 1975-an Hotel Selabintana --nama yang lebih banyak dipakai- ramai dikunjungi tamu yang datang dengan bis rombongan. Kawasan Selabintana pun akhirnya makin ramai setelah pada 1976 hadir Taman Wisata dan Hotel Pangrango yang lokasi tak jauh di sebelah selatannya, atau di jalur sebelum sampai ke Hotel Selabintana. Setelah makin ramai, Hotel Selabintana yang berbintang 2 pun terus menambah fasilitasnya, semisal Ruang Sidang Mawar, Ruang Sidang Melati, dan Ruang Sidang Putri Gunung. Pada 1998, hotel ini menambah sarana akomodasi berupa cottage yang dinamai Pondok Asri Hotel.Setelah ganti manajemen pada 2012, Selabintana Hotel & Conference Resort mendapat sertifikat hotel bintang 3 pada November 2016. Adapun yang jadi pemilik adalah PT Hotel Selabintana dan PT Pondok Asri Selabintana.

Sebagai conference resort, Hotel Selabintana punya sarana pertemuan indoor dan outdoor. Untuk konvensi indoor, hotel ini punya 5 ruang rapat yang ruang terbesarnya berkapasitas 300 orang. Untuk konvensi outdoor, atau gathering oudoor, atau pesta pernikahan outdoor, kapasitasnya tentu tak terbatas: tinggal pilih lapangan rumput hijau sebelah mana. Penyanyi Shanty menggelar konser musik dan pesta kembang api di Selabintana Hotel, saat merayakan pesta pernikahnnya dengan Sebastian Paredes, bule asal Ekuador. Konser musik untuk masyarakat sekitar hotel itu diramaikan Ari laso dan Maya Esthianty.

Peta & Citra Satelit

Hotel Sukabumi

Selabintana Hotel & Conference Resort
Jl. Selabintana Km 7
Desa Sudajaya Girang
Kecamatan Sukabumi
Kabupaten Sukabumi
Jawa Barat


Tel: 0266-221501
Fax: 021-223383

Website: www.hotelselabintana.com