Indonesia meets Google Places and Facebook Places
Royal Amaroossa Bogor Hotel
Selasa, 06 Januari 2015 13:14:49
photo: che/inoplaces
Sempat diprotes, didemo, dan dianggap melanggar banyak Perda Kota Bogor, Hotel Royal Amaroossa Bogor, akhirnya bisa tegar berdiri juga. Hotel milik Amalia Rooseno ini, putri mendiang Prof Dr Rooseno --bapak Beton Indonesia, mantan menteri PU, mantan guru besar ITB, dan pendiri Fakultas Teknik UI--, merayakan grand openingnya pada 15 Agustus 2013. Hotel bintang empat ini berada tepat di seberang dan menghadap ke Kebun Raya Bogor. Dia juga berada di simpang tiga kota Bogor, tempat tegak berdiri tugu yang jadi simbol sejarah perjuangan Kota Bogor: Tugu Kujang.

Tugu Kujang ini pula yang dulu kerap jadi alasan aksi demo menentang kehadiran Royal Amaroossa Bogor Hotel. Sang tugu, yang hanya setinggi 25 meter, menjadi terlihat kerdil di hadapan hotel 12 lantai, plus 2 basement, yang punya total tinggi sekitar 50 meter ini. Merusak tata ruang, mengoyak keindahan kota, serta menghalangi panorama Gunung Salak yang menjadi latar belakang pemandangan kota Bogor, kata banyak suara pemrotes. IMB hotel Amaroossa pun kerap dipertanyakan banyak pihak.

Protes boleh terus berlangsung, pembangunan hotel juga terus berjalan. Dan akhirnya, Hotel Amaroossa resmi beroperasi. ''Amaroossa merupakan nama saya, Amalia Roosseno. Sedangkan di Bogor, nama Royal Amaroossa dipakai karena di sini dekat Istana Bogor. Di sini interiornya sedikit klasik,'' kata Amalia Rooseno, menjelang peresmian hotel itu pada Agustus 2013. Sejak beroperasi, hotel bintang empat ini langsung menghadirkan seluruh 112 kamarnya, yang dipilah ke dalam tiga kelas: deluxe (56 kamar), executive (48), dan suite (8 kamar). Tarif hotelnya dimulai dari harga Rp 661 ribu.
Royal Amaroossa Bogor Hotel
Jl. Otto Iskandardinata No. 84
Kota Bogor
Jawa Barat

Tel: 0251-8354333
Fax: 0251-8351799

Website: www.amaroossahotel.com


Pemilik:

PT Aramanda Bogor - PT Amaroossa Cassa

Amalia Rooseno - www.amr.co.id


Manajemen:
Kagum Hotel
Komplek Budi Asih
Jl. Budi Asih Raya No.9
Setiabudhi
Bandung.

Tel: 022-4263333
Fax: 022-4210030

Website: www.kagum-hotel.com

Di Bandung, selain toko kue 'Merdeka', dulu orang akrab sekali dengan nama toko kue 'Badranaya' yang berada di Jalan Aceh. Belakangan, ditengah makin menjamurnya berbagai toko kue, jajanan, dan restoran di Bandung, Badranaya malah banting setir. Lahan tempat berdirinya toko kue Badranaya disulap menjadi Hotel Amarosa Bandung dan resmi beroperasi per 5 Desember 2009. Hotel itu menjadi hotel pertama milik PT Amaroossa Casa, yang didirekturi Dra Amalia Roosseno SH. Tak lama kemudian, Hotel Amaroossa Suite Bali pun berdiri, dan akhirnya disusul lagi oleh Royal Amarossa Bogor sebagai hotel ketiga. Menyusul kemudian: Amarosa Cosmo Jakarta, Amaroossa Residence Jakarta, dan Amaroossa Bekasi Grande.

Semua hotel keluarga besar Amaroossa dikelola oleh perusahaan lokal yang sudah lama dikenal memanaje banyak hotel, yakni Kagum Hotel. Berkantor pusat di Bandung, Kagum Hotel kini menangani tak kurang dari 34 hotel kelas budget hingga kelas menengah yang tersebar di berbagai kota di Indonesia. Selain Amaroossa, merek hotel yang ditanganinya antara lain: Serela Hotel, Gino Feruci, Grand Tjokro, Banana Inn, Verona Palace, dan Malaka Hotel.
Kehadiran Hotel Royal Amaroossa Bogor masih belum lepas dari sorotan miring. Bahkan Walikota Bogor yang baru pun, Bima Arya Sugiarto, Oktober tahun silam sempat membeberkan daftar '8 dosa' hotel itu: pelanggaran koefisin dasar bangunan (KDB), pelanggaran area parkir, sumur ilegal, penggunaan lahan negara, pelanggaran ketinggian gedung, pembuangan limbah, sumur resapan, dan penggunaan air PDAM.

Untuk pelanggaran KDB, hotel itu tercatat melanggar KDB hingga 27,84 meter persegi, dan karenanya bisa dikenai penalti Rp 100,6 juta, plus harus menyesuaikan bangunan. Untuk area parkir, Royal Amaroossa mestinya punya 23 rsp (ruang satuan parkir) sesuai jumlah kamar hotelnya yang 112 kamar, tapi ternyata hanya punya 19 rsp yang ekuivalen dengan hotel 95 kamar.

Soal air, Royal Amaroossa Bogor Hotel disebut sang walikota melanggar dua hal sekaligus. Hotel ini jadi sasaran kecurigaan karena menggunakan air PDAM Tirta Pakuan di bawah standar normal, atau rata-rata 50 meter kubik per bulan. Setelah dilakukan inspeksi mendadak, diketahui bahwa hotel itu lebih banyak menggunakan air dari pompa air sumur dalam, yang salah satunya ternyata ilegal. Pasca sidak, penggunaan air PDAM melonjak jadi 1.800 meter kubik per bulan. Atas pelanggaran ini, Walikota Bima mengingatkan kemungkinan Hotel Amarossa melangar UU Nomor 27 tahun 2004 tentang Sumber Daya Air, dan terancam hukuman enam tahun penjara serta denda maksimal Rp 1 miliar.

Cuma Amarrossa yang melakukan kecurangan air? Kata Bima, sang hotel tidak sendirian. Masih ada 11 hotel lain dan tiga rumah sakit yang terindikasi melakukan pencurian air tanah.