Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Garden Palace Hotel, Kota Surabaya

Senin, 12 Juni 2017 04:09:03
photo: garden palace hotel / google street view

PT Singa Barong Kentjana membuka Garden Hotel, hotel bintang 3, di Jalan Pemuda, Surabaya, pada 20 Oktober 1974. Sembilan tahun kemudian, 10 Desember 1983, perusahaan ini meresmikan hotel baru yang lebih bagus, 24 lantai, berbintang 4, di bagian belakang Garden Hotel. Nama hotel yang baru tak jauh beda dengan nama hotel yang lama: Garden Palace Hotel. Adapun yang berbeda jauh adalah nasibnya. Garden Hotel akhirnya disita kreditor pelat merah PT PANN Multi Finace (persero), sementara Garden Palace Hotel terus berkibar di bawah bendera PT Mas Murni Indonesia Tbk.

Sedari awal, meski pada hakekatnya masih bersaudara, Garden Palace Hotel dipisahkan kepemilikannya dari PT Singa Barong Kentjana. Hotel yang punya 370 kamar ini dimiliki oleh PT Mas Murni Indonesia, perusahaan yang sudah berdiri sejak 1970. Perusahaan ini mendapat 'buntut Tbk' setelah go public pada 4 Januari 1994. Walhasil, ketika Garden Hotel disita PT PANN Multi Finance pada 13 November 2009, sang adik tidak ikut terbawa. PT Singa Barong Kentjana sendiri sampai sekarang masih tetap eksis karena memang masih punya banyak properti yang lain di Kota Surabaya.

Setelah berpisah, Garden Hotel diganti namanya menjadi Grand Surabaya Hotel. Tapi perjalanan hotel tua dengan nama baru ini sempat tersendat. Pada 3 Desember 2014, Hotel Grand Subaya disegel dan ditutup Satpol PP Kota Surabaya karena tak punya izin: HGB dan HO. Hebatnya lagi, HGB hotel yang punya bangunan seluas 801 meter persegi itu, yang berdiri di lahan seluas 2.437 meter persegi, sudah habis masa berlakunya sejak 2004. Sedang HO (izin gangguan) pernah diperpanjang pada Agustus 2011, tapi dibatalkan Pemkot Surabaya pada November 2011. Adapun sekarang, hotel yang punya 73 kamar ini sudah beroperasi kembali dan Januari 2017 lalu ballroomnya sudah dipakai untuk menggelar Perang Bintang 2017.

Garden Palace Hotel sendiri, setahun setelah beroperasi,1984, memutuskan untuk menyerahkan pengelolaan dirinya kepada Golden Tulip. Jaringan jaringan hotel internasional asal Belanda itu mengelola Garden Palace Hotel selama 10 tahun hingga 2004. Adapun statusnya sebagai hotel bintang 4 diperoleh dari Menparpostel pada 2007. Kualitas bintang 4-nya itu antara lain ditunjukkan lewat kehadiran 1 Presiden Suite dan 7 suite berkelas di bawahnya: Imperial Suite, Menteri Suite, Sultan Suite, Royal Suite, Director Suite, Excellence Suite, dan Club Suite. Kamar selebihnya, dari total 370 kamar yang ada, dihadirkan dalam banyak kelas: 56 kamar Standard, 95 kamar Deluxe, 88 Deluxe Theme, dan 83 kamar Club Excellence.

Sejak beberapa tahun silam, Garden Palace Hotel merebranding diri sebagai 'hotel, konvensi, dan restoran.' Untuk urusan konvensi, hotel ini punya ballroom besar, Caesar Ballroom, yang berada di lantai 24, berukuran 800 meter persegi (14x58 meter), yang bisa mengakomodasi hingga 600 orang. Di lantai 3 ada Regency Ballroom yang dipisah dua: Regency Mainhall berukuran 720 meter persegi (15x48 meter) dan Regency Plaza berukuran 360 meter persegi (18x20 meter). Di lantai 4 ada Crystal Ballroom yang juga dipisah dua dengan ukursan sama seperti Regency Ballroom. Selain itu ada 2 ruang pertemuan lagi: Borobudur Room berukuran 360 meter persegi (18◊20 m) dan Nishiki Room berukuran 140 meter persegi (8◊13†m).

Di sektor restoran, Garden Palace Hotel punya banyak restoran: Mingcourt Chinese Restaurant, Nishiki Sabu House, Green House Kitchen & Bistro, Vista Jazz Bake & Bristo, Catís Pajamas Club & Resto, dan Curabhaya Lounge. Sebagian dari restoran itu dikelola sendiri oleh sang hotel, sebagian lagi dikelola PT Grahatama Mediacom, anak perusahaan yang juga membuka jaringan restroan cepat saji dim sum bernama Orchid Hongkong Dim Sum. Dan tak melulu berurusan dengan makanan, perusahaan ini juga ditugasi mengelola Clark Hatch Fitness Center &
Spa yang ada di Garden Palace Hotel.

Mulai April 2016 lalu, PT Mas Murni Indonesia Tbk menambahkan fasilitas baru di bagian depan hotel: IBT Center alias Indonesia Bagian Timur Center. Wujud fisiknya dalah gedung 6 lantai yang difungsikan sebagai perkantoran (disewakan untuk kantor perwakilan pemerintah daerah) dan pusat promosi dan pameran perdagangan dan investasi Indonesia Timur. Gedung ini dibangun dengan biaya Rp 53 miliar. Untuk membangunnya, seperti disebutkan dalam laporan tahunan 2015, PT Mas Murni Indonesia Tbk mendapat pinjaman dari Bank NTT sebesar Rp 46 miliar.

Peta & Citra Satelit

Hotel Surabaya

Garden Palace Hotel
Jl. Yos Sudarso No 11
Kelurahan Embong Kaliasin
Kecamatan Genteng
Kota Surabaya
Jawa Timur

Tel: 031-5321001, 532 0951
Fax: 031-531 6111, 5312307

Website: www.gardenpalacehotel.co.id


Pemilik:
PT Mas Murni Indonesia Tbk - www.masmurniindonesia.com