Indonesia meets Google Places and Facebook Places
eL Royale Hotel Bandung, Kota Bandung
Minggu, 06 Agustus 2017 17:46:32
photo: grand royal panghegar / google street view
Di Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu 21 Juni 2017 lalu, dua menteri hadir meresmikan eL Royale Hotel Banyuwangi: Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Dua pekan sebelumnya, Rabu 6 Juni 2017, di Kota Bandung, eL Royale Hotel Bandung yang jauh lebih besar juga resmi hadir. Berapa menteri yang datang? Tak seorang pun. eL Royale Hotel Bandung, karena bertepatan dengan bulan Ramadhan, lebih memilih untuk mensyukuri kehadirannya dengan ''Buka Bersama 1000 Anak Yatim''. Kok lebih santai? Maklum, ini sekedar syukuran melepas nama lamanya: Grand Royal Panghegar Hotel.

Sekarang ini baru dua hotel berlabel 'eL Royale Hotel' yang benar-benar ada: eL Royale Hotel Bandung dan eL Royale Hotel Banyuwangi. Di websitenya, sang hotel sudah memasang gambar satu hotel lagi: eL Hotel Malang, tanpa kata Royale. Beda kedua hotel yang sudah eksis tadi: hotel yang di Banyuwangi, yang punya 108 kamar, merupakan hotel bintang 4 yang 100 persen baru. Sedangkan yang di Bandung, seperti sudah disebut tadi, adalah penjelmaan dari Grand Royal Panghegar Hotel, hotel klasik berbintang 5 dan menjadi salah satu hotel terbesar di Kota Bandung. Hotel yang tak seberapa jauh dari Kantor Walikota Bandung ini menjulang tinggi 21 lantai dan punya 439 kamar.

Grand Royal Panghegar Bandung ganti nama karena pemiliknya berganti. Yang bikin heboh, peralihan itu terjadi karena pemilik lama, PT Perusahaan Hotel Dan Pension Panghegar (alias PT Hotel Panghegar), dan juga saudara dekatnya, PT Panghegar Kana Properti, yang membangun Panghegar Residence ---apartemen 400 unit di kawasan belakang hotel--, oleh Pengadilan Niaga Jakarta Pusat dinyatakan pailit pada 15 Juni 2016. Yang mempailitkanya adalah Bank Bukopin, karena kedua perusahaan itu tak sanggup membayar utang senilai Rp 350 miliar. Rinciannya, Hotel Panghegar punya utang Rp 122 miliar, sedangkan PT Panghegar Kana Properti berutang RP 147,6 miliar. Dan tak cuma utang, Hotel Panghegar juga punya tunggakan pajak senilai Rp 21.3 milyar. Rinciannya: PBB sebesar Rp 2.3 milyar, tunggakan pajak hotel Rp 13 milyar, dan denda pajak hotel Rp 6 milyar.

Akhirnya, 20 September 2016, Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Bandung pun menggelar lelang aset kedua perusahaan tadi di Hotel Golden Flower, Jalan Asia Afrika, Bandung. Harga limit lelangnya sebesar Rp 485 miliar. Yang dilelang adalah: tanah ber-SHGB seluas 4.977 meter persegi, berikut bangunan Hotel Panghegar yang ada di atasnya, milik PT Perusahaan Hotel Dan Pension Panghegar; dan 14 tanah ber-SHGB yang diatasnya berdiri apartemen dan kawasan komersial, milik PT Panghegar Kana Properti. Ternyata, tak ada yang datang di hari lelang. Walhasil, lelang kedua pun digelar pada 29 september 2016. Peminatnya ada, cuma satu, dan menang. Yakni, Budi Sukmana Pasi, atas nama PT Mitrakarya Niaga Sukses, yang sepakat membeli satu paket berisi kedua obyek lelang itu dengan harga Rp 371,1 miliar rupiah.

Pada akhir November 2016, tim kurator PT Hotel Panghegar dan PT Panghegar Kana Properti mengumumkan kalau utang ke Bank Bukopin sudah selesai dibayarkan. Sisa yang Rp 21 miliar akan dipakai untuk membayar tunggakan pajak dan pesangon karyawan. Tim kurator sudah bernegosiasi agar nilai tunggakan pajak bisa dikurangi, agar lebih banyak dana tersedia untuk pesangon karyawan. Kalau masih kurang, tim kurator akan melelang sejumlah aset lain, yang tak terikat Bank Bukopin, yang nilainya Rp 100 miliar. Selain itu, PT Mitrakarya Niaga Sukses juga dikabarkan bersedia mencadangkan Rp 30 miliar untuk biaya pemecahan sertifikat apartemen, yang selama ini tak kunjunga diurus dan diberikan kepada para pembeli apartemen.

Nama eL Royale Hotel Bandung, sebagai nama baru bagi Grand Royal Panghegar Hotel, mulai muncul pada akhir Januari 2017. Nama ini terdengar karena pemilik lama menggugat Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Bandung yang memberikan kepada PT Mitrakarya Niaga Sukses izin untuk mengelola hotel hasil lelang dan pengantian namanya. Gugatan ini akhirnya tak terdengar lagi. Dan akhirnya, pada Ramadhan lalu, 7 Juni 2016, pemilik baru menggelar Buka Bersama 1.000 Anak Yatim, sebagai syukuran rebranding nama Grand Royal Panghegar Bandung menjadi eL Royale Hotel Bandung. Adapun peresmian sungguhan rencananya akan dilakukan bulan Juli. Hingga awal Agustus ini, peresmian itu belum terdengar.

Grand Royal Panghegar Hotel, seperti bisa dibaca sejarahnya di websitenya yang masih eksis, hadir pada 1922 dengan nama Pension van Hengel, sebagai milik Anna Meister, perempuan asal Swiss yang bersuamikan orang Belanda. Seorang pria asal Sumedang, Jawabarat, bernama HEK Ruhiyat, saat itu menjadi staf pembukuan hotel, sekaligus tangan kanan keluarga Meister. Ketika keluarga bule berdarah Italia-Swiss itu pulang kampung di tahun 1950-an, hotel itu dijual secara kredit kepada Ruhiyat. Sekitar tahun 1960, oleh Ruhiyat, nama hotel Pension van Hengel lantas diganti atau diplesetkan menjadi Panghegar. Nama ini merupakan gabungan dari 2 kata bahasa Sunda: 'pang' yang berarti paling dan 'hegar' yang berarti segar. Ada juga yang bilang karena dulu orang Jepang suka menyebut van Hengel dengan nama 'Pen-hageru' atau 'Pang-Hegaro'.

Setelah menjadi milik sendiri, Panghegar Hotel terus berkembang dan jadi hotel bintang 4 pada 1984. Mulai tahun 2000-an, generasi ke-dua mulai turun tangan mengelola hotel. Ekspansi besar-besaran pun dilakukan. Pada 8 November 2008, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan beserta Wali Kota Bandung Dada Rosada meresmikan proyek pembangunan superblok Grand Royal Panghegar: mengupgrade Panghegar Hotel, serta membangun area perkantoran, pertokoan, dan dan apartemen. Kedua petinggi ini pula yang melakukan topping-off pada 5 Juni 2010. Presiden Direktur Panghegar Group Cecep Rukmana akhirnya mengumumkan kalau hotel ini sudah diresmikan pada 23 November 2011. Dan akhirnya, sejak Ramadhan lalu, Grand Royal Panghegar Hotel tinggal kenangan.
eL Royale Hotel Bandung
Jl. Merdeka No. 2
Kelurahan Braga
Kecamatan Sumur Bandung
Kota Bandung
Jawa Barat

Tel:022-4232286
Fax:022-4231853

Website: www.el-hotels.com

Grand Royal Panghegar - www.grandroyalpanghegar.com
Places TerdekatKm
Gereja Bethel, Wastukencana, Kota Bandung 0,295
Bank BNI - Kanwil Bandung, Perintis Kemerdekaan, Kota Bandung 0,377
Dinas Perikanan dan Kelautan Jabar, Wastukencana, Kota Bandung 0,460
Gedung Keuangan Negara, Asia-Afrika, Bandung 0,732
Yamaha JG Asia-Afrika, Asia-Afrika, Bandung 1,024
BPR Karyajatnika Sadaya, KK Wastu Kencana, Kota Bandung 1,054
Bank Danamon - KC Bandung Asia Afrika, Kota Bandung 1,064
Gereja Kerasulan Baru di Indonesia, Dago, Kota Bandung 1,087
Bank CIMB Niaga, Gatot Subroto, Bandung 1,151
Gereja Alpha Omega, Gatot Subroto, Kota Bandung 1,273
Hotel TerdekatKm
Vue Palace Hotel, Kota Bandung 0,642
Hotel Savoy Homann Bidakara, Asia-Afrika, Bandung 0,692
Gino Feruci Kebonjati Hotel, Kota Bandung 1,299
Baltika Hotel, Kota Bandung 1,593
Tidar Hotel, Kota Bandung 1,639
Sensa Hotel, Cihampelas Walk, Kota Bandung 2,403
Supratman Hotel, Kota Bandung 2,404
Mitra Hotel, Kota Bandung 2,418
Pondok Nirom, Kota Bandung 2,420
Puma Hotel, Kota Bandung 2,509
Berita Kota Bandung
Pabrik AMDK Le Minerale di Pandeglang Tolok Ukur Masuknya Investor Lain
Presiden Jokowi Blusukan ke BIP Lihat Produk Asli Bandung
Presiden Jokowi: Teras Cihampelas Perlu Ditiru Kota Lain
Peran Bandara Husein Sastranegara Akan Digantikan Bandara Kertajati
Pemkot Bandung Resmikan Skywalk Cihampelas - Teras Cihampelas
Pembangunan Skywalk, Jalan Cihampelas Ditutup Selama 12 Jam
Pemkot Bandung Mulai Bangun Skywalk Cihampelas
Lapas Banceuy Bandung Ricuh, Bangunan Terbakar
Ridwan Kamil Resmikan Taman Alun-alun Ujungberung
Pemkot Bandung Rawat 300 Bayi HIV/AIDS