Satu Indonesia, Berjuta-juta Places-nya
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!
//EMPTY DIV!!

Mirama Hotel, Kota Balikpapan

Senin, 21 Agustus 2017 14:47:58
photo: mirama hotel / google street view

Hotel-hotel di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, terbilang peduli pada sertifikasi hotel. Mirama Hotel, yang kebetulan milik Ketua PHRI Balikpapan Yulidar Gani, termasuk di antaranya. Pada Juli 2010 misalnya, Mirama Hotel disertifikasi dan naik kelas dari hotel bintang 2 menjadi hotel bintang 3. Tiga tahun kemudian, Oktober 2013, sesuai masa berlaku sertifikat, hotel ini kembali memperoleh sertifikat yang mengukuhkan kembali statusnya sebagai hotel bintang 3. Semua sertifikat itu dikeluarkan di era ketika sertifikasi dilakukan Pemerintah Provinsi. Mulai 2015, sertifikasi hotel dipercayakan Kementerian Pariwisata kepada lembaga sertifikasi usaha (LSU). Berbagai hotel satu demi satu memperbarui sertifikatnya. Bagaimana dengan Mirama Hotel?

Yulidar Gani, sebagai pemilik dan GM Mirama Hotel, belum terdengar bercerita soal sertifikasi terbaru hotelnya. Meski begitu, Mei 2017 lalu, saat penyerahan sertifikat bintang 3 bagi Royal Suite Hotel, yang disertifikasi PT Mahumu Mitra Wisata, Ketua PHRI Balikpapan ini sempat mengabarkan kalau dari 82 hotel yang ada di Balikpapan, baru setengahnya yang tersertifikasi. Yulidar Gani menjadi Ketua PHRI Balikpapan hasil Muscab VI PHRI Balikpapan yang berlangsung 16 Desember 2012. Jabatan ini mestinya berakhir pada 2016, tapi kelihatannya masih belum berlangsung Muscab VII. Pada Desember 2011, Yulidar Gani juga pernah bersaing memperebutkan kursi Ketua PHRI Kaltim, namun kalah dari Yusi Ananda, pemilik dan GM Mesra Hotel Samarinda.

Mirama Hotel sendiri terbilang hotel yang sudah berumur. Hotel ini bermula dari hotel kecil, 22 kamar, yang didirikan Gani Alamsyah pada 1975. Berdiri pada 1975 dengan 22 kamar. Dua tahun kemudian, 1977, jumlah kamar digandakan menjadi 44 kamar. Pada 1980, pengelolaan hotel mulai ditangani Yulidar Gani, sepulang 2 tahun mengikuti HRA Course (hotel and restaurant administration course) di Singapura: 1977-1979. Di tangan pria kelahiran Samarinda, 29 Juli 1959, ini, Mirama Hotel juga kembali diupgrade menjadi 55 kamar pada 1985; lahannya ditambah 1.700 meter menjadi 21.000 meter dan kamarnya menjadi 80 pada 1990; dan akhirnya ditambah lagi menjadi 90 kamar.

Sepuluh tahun setelah penambahan jumlah kamar itu, Juli 2010, Mirama Hotel naik kelas dari hotel bintang 2 menjadi hotel bintang 3. Pada Oktober 2013, Mirama Hotel kembali mendapatkan sertifikat dari PHRI Kaltim dan Dinas Pariwisata Kaltim, yang mempertahankan statusnya sebagai hotel bintang 3. Pada Maret 2016, Mirama Hotel rampung melakukan renovasi dan jumlah kamar bertambah lagi menjadi 109 kamar.

PHRI Kaltim, saat menyerahkan 12 sertifikat hotel berbintang pada April 2015, mengumumkan kalau pemberian sertifikat itu merupakan yang terakhir kalinya yang dilakukan PHRI Kaltim dan Dinas Pariwisata Pemprov Kaltim. Di masa selanjutnya, sesuai Peraturan Menteri Ekonomi Kreatif No. 6 tahun 2014, sertifikasi akan dilakukan lembaga independen yang disebut sebagai Lembaga Sertifikasi Usaha (LSU). Disebutkan juga kalau berdasar peraturan itu, klasifikasi hotel melati dihapuskan, sehingga kelas hotel yang sekarang ada hanyalah hotel bintang (1-5) dan hotel non-bintang.

Peta & Citra Satelit

Hotel Balikpapan

Mirama Hotel
Jl. APT Pranoto No.16
Kelurahan Klandasan Ilir
Kecamatan Balikpapan Kota
Kota Balikpapan
Kalimantan Timur

Tel: 0542-412442
Fax: 0542-734230